JawaPos.com – Nomor WhatsApp tim Jawa Pos Clearing House of Information kebanjiran pertanyaan tentang kontainer berlabel bahasa Mandarin yang mengangkut logistik pemilu. Kabar yang menyertakan kolase dua foto dan satu video itu beredar luas di semua media sosial. Baik Facebook, aplikasi percakapan, maupun Instagram.

Salah satu penyebar kabar itu adalah akun Facebook Zandra Sjultje Rumbay (fb.com/mauren.sahempa). Katanya, dokumen negara diangkut kendaraan yang bertulisan huruf Mandarin.

“Maksudnya apa ini ya. Dokumen negara yang mengangkut kontainernya bertuliskan huruf China. PT Kereta Apinya juga sudah berubah. Jadi PT Kereta Api Indonesia China. Ini parah sekali. Kayaknya bakal terjadi revolusi jihad kalau seperti ini,” tulisnya di sebuah grup Facebook kemarin dini hari (11/3). Sesuai dengan tangkapan gambar, posting-an itu sudah dibagikan 13 ribu kali.

Bukan Bahasa Mandarin, melainkan Huruf Kanji
Hoax (Facebook)

Mari kita bahas dari posting-an foto terlebih dulu. Zandra sebenarnya keliru sejak awal saat menyebut tulisan di kontainer itu berbahasa Mandarin. Jelas sekali tulisan tersebut menggunakan huruf kanji, Jepang.

Ketua Divisi Teknis KPU Ilham Saputra menjelaskan, foto itu diambil saat distribusi logistik pemilu oleh PT Temprina di Solo. Dia juga sudah mendapat penjelasan bahwa kendaraan itu didatangkan langsung PT Temprina dari Singapura.

Terkait dengan adanya aparat keamanan di foto tersebut, Ilham menjelaskan bahwa hal itu merupakan prosedur utama saat pendistribusian surat suara. Setiap logistik akan dikawal anggota Polri dari lokasi pencetakan hingga pendistribusian. Dalam foto tersebut juga ada Ibah Muthiah yang merupakan ketua KPU Kabupaten Kulonprogo, Jogjakarta. Ibah juga menjadi saksi pengiriman logistik ke lokasi yang dituju. “Jadi, tidak ada ceritanya, ada surat suara yang didistribusikan ke luar negeri untuk dicoblos di sana,” tegas pria kelahiran Aceh tersebut.

Posting-an video Zandra juga janggal. Di sana terdapat tulisan Tibet tidak lagi punya kedaulatan. Gara gara dikuasai china melalui utang pembangunan infrastruktur. 17 April Ganti presiden. Juga ada tulisan PT Kereta Cepat Indonesia China. Bukan PT Kereta Api Indonesia China seperti kabar yang beredar.

Jawapos.com (Jawa Pos Group) pernah memberitakan proyek kereta tersebut pada 17 Oktober 2015. Judulnya, Empat BUMN Keroyok Kereta Cepat. Empat BUMN itu adalah PT Jasa Marga, PT Wijaya Karya, PT Kereta Api Indonesia, dan PT Perkebunan Nusantara. Mereka membentuk konsorsium bernama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang bekerja sama dengan perusahaan China Railway International Co Ltd. Tujuannya, membangun kereta cepat Jakarta-Bandung.

“Ini tidak proyek, tapi ini lebih dari proyek. Ini betul-betul peluang yang harus dimanfaatkan bersama. Ini lompatan teknologi yang luar biasa di Indonesia,” kata Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman pada Jumat, 16 Oktober 2015. Anda dapat mengakses berita itu di bit.ly/EmpatBUMN. 

FAKTA

Tulisan di kontainer pengangkut logistik pemilu bukan Mandarin, melainkan huruf kanji, Jepang.

Kabar yang menyebutkan PT Kereta Api Indonesia berubah nama adalah hoax. PT Kereta Cepat Indonesia China adalah perusahaan gabungan untuk melaksanakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (bin/zam/c19/fat)