Mahasiswa AIS Muhammadiyah Semarang tampak tekun belajar statistika di ruang perkuliahan di kampus AIS, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan.

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tingginya permintaan akan tenaga statistik di tanah air selama ini, ternyata tak diimbangi dengan tersedianya jumlah SDM yang benar-benar kapabel di bidang statistik. Salah satu faktor minimnya SDM di bidang statistik tersebut menurut Direktur Akademi Statistika (AIS) Muhamadiyah, Semarang, Dra. Welllie Sulistijanti, M.Sc ,tidak banyak perguruan tinggi yang membuka program jurusan statistik. Bahkan, AIS Muhamadiyah merupakan Perguruan Tinggi Swasta Program D3 statistika satu-satunya di Indonesia. Sehingga tak mengherankan, jika lulusan AIS Muhamadiyah langsung terserap lapangan kerja.

“Semua lulusan kami langsung terserap di bidang kerja yang membutuhkan tenaga statistik, bahkan boleh dibilang kebutuhan akan SDM statistik, seringkali tidak bisa dipenuhi kami,” ungkap Wellie Sulistijanti kepada RadarSemarang.Com, Senin (4/3/19).

Lebarnya peluang kerja lulusan statistik ini, tidak hanya tertampung di Badan Pusat Statistik, namun sebagian besar instansi baik negeri maupun swasta yang memerlukan pengolah data statistik, sangat membutuhkan SDM statistik seperti lulusan AIS Muhamadiyah ini.

“Selain di BPS, contoh instansi yang membutuhkan adalah lingkungan instansi kesehatan,dimana lulusan statistik,dibutuhkan untuk mendukung kinerja rumah sakit terkait data statistik dan itu menjadi pra syarat akreditasi minimal ada satu tenaga statistik yang dibutuhkan dibidang ini,” jelas Wellie.

Direktur AIS Semarang ini juga membanggakan lulusan Akademinya memiliki keunggulan plus, yang tidak dimiliki lulusan perguruan tinggi sejenis. Keunggulan itu menurut perempuan yang akrab dipanggil Wellie ini adalah tenaga ahli madya statistika lulusan bertaqwa kepada Allah SWT, berwawasan luas, berakhlak karimah, memiliki ketrampilan yang tinggi dibidangnya,sehingga mampu bekerja secara profesional, independen dan berdedikasi.

“Kami tanamkan nilai-nilai dasar pada mahasiswa kami families, spirit, attitude dan profesional, sebagai bekal mereka kelak terjun di dunia kerja, sehingga mampu cepat beradaptasi dengan lingkungan kerjanya” pungkas Direktur Akademi Statistika (AIS) Muhamadiyah, Semarang ini. (ono/scv/ap)