JawaPos.com – Sektor ganda India baru saja ditinggal salah satu pelatih terbaik mereka, Tan Kim Her. Kepergian Kim Her pun membuat sektor ganda berharap banyak pada peran pelatih asal Indonesia, Flandy Limpele.

Diberitakan sebelumnya, Flandy diajak bergabung menukangi sektor ganda India oleh pelatih kepala tim nasional bulu tangkis India Pullela Gopichand. Dilansir dari timesofindia.com, Flandy tadinya ditugasi mendampingi Tan Her, namun pelatih asal Malaysia itu memilih hengkang dari jabatannya untuk menjadi arsitek sektor ganda putra tim nasional bulu tangkis Jepang yang sebentar lagi akan ditinggal oleh pelatih asal Indonesia Reony Mainaky.

Ganda putra terbaik India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty membenarkan bahwa Tan Her sudah hengkang dari Negara Anak Benua. “Dia sudah tidak bersama kami lagi, dan bergabung dengan Jepang. Kabar ini sudah kami dengar sekitar dua sampai tiga pekan lalu. Kami tentu kaget sekali mendengarnya,” ujar Chirag.

Kepergian Tan Her jelas membuat Satwik/Chirag sedih. Pasalnya, mereka bisa menjadi salah satu pasangan yang diperhitungkan berkat polesan Tan Her. Kondisi ini pun membuat keduanya kini berharap penuh pada Flandy dan pelatih asal Indonesia lainnya, Namrih Suroto.

“Pola permainan kami sebetulnya tidak begitu ribet karena kami adalah tipe pemain menyerang. Tapi jelas kami tetap butuh seseorang untuk menuntun pola main kami. Saya berharap pelatih baru kami dari Indonesia bisa membuat kami makin berkembang dengan perspektifnya sendiri,” ujar Chirag.

Chirag pun berharap peran Flandy nanti bisa memberikan dampak yang signifikan layaknya sektor tunggal yang prestasinya pernah meroket saat ditangani oleh mantan pelatih Taufik Hidayat, Mulyo Handoyo.

“Flandy punya rekam jejak yang sangat bagus. Mungkin nanti kami harus menyesuaikan lagi pola latihan kami dengan metodenya, tapi kami sangat berharap metodenya bisa membuat permainan kami semakin maju seperti halnya Mulyo Handoyo membuat para pemain sektor tunggal menelurkan banyak prestasi di tahun 2017 lalu,” ujar Chirag.

Editor           : Banu Adikara