JawaPos.com – Usai menjalani pemeriksaan selama 22 jam lebih, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono masih menjalani aktivitas rutin seperti biasanya. Tersangka kasus perusakan barang bukti pengaturan skor Liga Indonesia itu mengaku masih menjalankan tugas-tugas Plt Ketua Umum PSSI seperti biasanya.

Joko Driyono menjelaskan, dirinya masih menjalani tugas dan kewajibannya sebagai Plt PSSI. Termasuk menyiapkan roadmap Kongres Luar Biasa PSSI untuk memilih jajaran kepengurusan baru di lembaga tertinggi sepakbola nasional itu.

“Biasa saja ada, pertemuan berikutnya untuk melengkapi data-data yang dirasa kurang dan saya siap melakukan pemeriksaan berikutnya,” ungkapnya usai keluar dari ruangan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (22/2).

Dikatakannya, PSSI menyiapkan tahapan kongres kepemilihan untuk menetapkan kepengurusan baru melalui kongres luar biasa. Kongres Luar Biasa PSSI akan ditetapkan komite pemilihan komite banding serta menetapkan tanggal kapan kepemilihan kepengurusan baru.

“Saya secara pribadi membayangkan layaknya menunggu detik-detik terakhir saya. secara pribadi, saya ada di dua terminal penting mengakhiri kepengurusan, tapi juga sekaligus menyongsong keputusan proses hukum ini,” ujarnya.

Dalam masa pengabdiannya di PSSI, dia berharap agar proses dan semua aktivitas organisasi dapat berjalan sebaik-baiknya. Roadmap tahap Kongres Luar Biasa PSSI yang sudah direncanakan itu berharap berjalan baik dan diproteksi agar organisasi memiliki waktu ideal untuk menjaring, melihat dan menilai pengurus baru yang akan datang.

Di samping itu, dia menyampaikan kepada kepengurusan PSSI yang baru dan ketua umum, wakil ketua umum terpilih serta Exco PSSI yang baru memiliki waktu yang cukup untuk memaparkan visinya, memersiapkan agar fit dengan keinginan organisasi.

“Sekali lagi, saya menyampaikan bahwa penyidik dan satgas telah melayani proses penyidikan dengan sangat baik, sangat nyaman, sangat profesional. Meski melelahkan, tapi saya bisa menjalani dengab nyaman,” ujarnya.

Diketahui, Jokdri ditetapkan sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus dugaan pengaturan skor sejak Kamis, (14/2) lalu. Hingga saat ini polisi belum melakukan penahanan terhadap Joko Driyono atas kasus penghancuran barang bukti pengaturan skor itu.

Joko Driyono terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 265 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang garis polisi.

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Wildan Ibnu Walid