JawaPos.com – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri) telah menyelesaikan pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka perusakan barang bukti pengaturan skor Liga Indonesia. Usai menjalani pemeriksaan, polisi belum melakukan penahanan terhadap Jokdri.

Usai dicecar dengan 17 pertanyaan lebih selama 22 jam, Jokdri keluar dari ruangan penyidik Satgas Antimafia Bola Ditreskrimum Polda Metro Jaya, sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat (22/2). Jokdri diperiksa sejak pukul 09.43 Kamis (21/2).

Setelah proses pemeriksaan selesai, kepada awak media ia menyampaikan rasa sukur bisa menjalani pemeriksaan kedua. Meski dengan durasi waktu cukup panjang dan melelahkan.

“Alhamdulillah, pemeriksaan kedua bisa dilalui cukup melelahkan, cukup panjang, tapi saya merasa nyaman proses (pemeriksaan) kedua ini. Sebagaimana penjelasan diterima dan didengarkan oleh penyidik, berharap segera bisa diterima dan dituntaskan,” ujar Jokdri usai keluar dari ruangan penyidik, Jumat (22/2).

Jokdri juga mengaku bahwa pertanyaan yang disampaikan oleh penyidik seputar penggeledahan barang bukti di kantor Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Rasuna Office Park oleh tim penyidik.

“Ya, ada hubungan dengan peristiwa penggeladahan barang bukti di office park, saat saya berada di Abu Dabhi. Tapi substansi (pertanyaan) sudah masuk proses hukum. Kami semua menunggu, berharap besar hasilnya bisa dijelaskan,” ujarnya.

Diketahui, Jokdri ditetapkan sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus dugaan pengaturan skor sejak Kamis, (14/2) lalu. Hingga saat ini polisi belum melakukan penahanan terhadap Joko Driyono atas kasus penghancuran barang bukti pengaturan skor itu.

Joko Driyono terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 265 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang garis polisi.

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Wildan Ibnu Walid