JawaPos.com Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti turut mengapresiasi perihal keikutsertaan Indonesia dalam bidding menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 mendatang. Namun, peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 ini masih sedikit meragukan beberapa hal.

Untuk diketahui, Indonesia melalui Presiden Joko Widodo telah mengirimkan surat resmi yang diserahkan kepada Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach. Indonesia masih harus menunggu hasil bidding yang akan diumumkan pada tahun 2024.

Menurut Susy, jika berkaca pada Asian Games 2018, Indonesia memang sudah layak menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Hanya saja, menurut Susy, venue yang ada sekarang masih belum cukup aman untuk penyelenggaraan event sebesar Olimpiade.

Pada Asian Games 2018 kemarin, hampir semua cabang olahraga penting terpusat di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan. Menurut Susy, harus disediakan lokasi lain untuk menunjang semua pertandingan yang dilangsungkan di GBK.

“Kalau kita bisa jadi tuan rumah Olimpiade, itu akan jadi suatu yang luar biasa. Tapi sarana dan prasarana tentunya perlu dipikirkan, bukan hanya soal pengajuannya saja. Saya lihat kalau untuk (pusat pertandingan, Red) Olimpiade sepertinya tak mungkin cuma di Senayan ya. Itu kurang banget, pas-pasaan banget,” kata Susy, Kamis (21/2).

Pendapat Susy memang sulit disanggah. Pasalnya, harus diingat bahwa pada Asian Games 2018 kemarin GBK hanya menampung para atlet dari benua Asia saja. Sementara, Olimpiade merupakan multi-event raksasa yang melibatkan atlet dari seluruh belahan bumi.

“Asian Games kemarin kita memang berhasil, tapi tetap harus belajar dari situ. Harus siap banget karena kemarin Asia dan ini dunia. Keamanan, sarana dan prasarana, kemarin kan dari atlet village, makan, trasportas, gedung dan pertandingannya harus jauh lebih baik,” kata Susy.

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : Isa Bustomi