JawaPos.com – Sopir Joko Driyono, Muhammad Mardani alias Dani ditetapkan sebagai tersangka usai merusak sejumlah barang bukti hasil temuan Satgas Antimafia Sepak Bola. Dalam menjalani aksinya, Dani bersama dua orang lain yakni Musmuliadi alias Mus (pesuruh di PT Persija) dan Abdul Gofar (pesuruh di kantor PSSI).

Dalam pengakuannya di acara Mata Najwa, Rabu (20/2) Dani menyebut telah mengambil sejumlah barang bukti seperti laptop dan dokumen-dokumen. Namun dia tidak mengetahui isi dari dokumen-dokumen tersebut.

“Saya hanya disuruh ambil dokumen itu. Tapi saya tak saya tahu apa isinya,” ucap Dani.

“Saya ditelepon, diminta ambil itu (dokumen). Bapak juga suruh saya untuk ambil laptopnya,” lanjut Dani.

Dani rupanya sudah lama bekerja dengan Joko Driyono. Tak hanya mengantar Jokdri, ia juga kerap dimintai tolong untuk mengirim uang ke beberapa pihak.

“Kadang-kadang bapak minta tolong transfer uang. Jumlahnya cukup banyak, tidak tentu. Biasanya di atas 50 (juta rupiah). Paling besar 5 Miliar,” ucapnya.

“Soal apa dan untuk siapa saya tidak tahu. Saya hanya disuruh transfer ke rekening yang dikasih. Saya tahunya buat bola, karena beliau kan memang bidangnya di situ. Saya tidak tanya-tanya tujuannya,” sambung Dani.

Terkait aksinya merusak barang bukti, Dani mengaku sadar akan resikonya. Namun ia tak bisa berbuat banyak dan tetap melakukan hal yang diminta Jokdri.

“Saya tahu sih resikonya. Ya karena ini instruksi, dia atasan saya. Saya ada hutang budi sama beliau. Ya sudah saya lakukan saya. Saya sudah sembilan tahun ikut dia,” ungkapnya.

“Dia minta maaf dan siap pasang badan biar saya tidak masuk bui,” pungkasnya.

Editor           : Bagusthira Evan Pratama
Reporter      : Indra Eka Setiawan