JawaPos.com – Kejaksaan Agung menerjunkan tim untuk mengikuti penyidikan terkait pengaturan skor dengan tersangka Joko Driyono. Hal tersebut dilakukan setelah mereka menerima SPDP dengan Nomor: B/76/II/2019/Satgas tertanggal 13 Februari yang dikirim Satgas Antimafia Bola Polri.

Adapun di dalam SPDP itu, Jokdri diduga terlibat dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang police line oleh penguasa umum. Dia lantas disangkakan melanggar Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 235 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP dan atau Pasal 232 KUHP dan atau Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mukri menjelaskan, SPDP tersebut baru diterima pihaknya hari ini, Rabu (20/2). 

Kejaksaan Agung Terjunkan Tim Kawal Kasus Jokdri

Ilustrasi: Mafia Bola (Kokoh Praba/JawaPos.com)

“Bahwa dengan diterimanya SPDP tersebut, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung telah menerbitkan surat perintah penunjukan Tim Jaksa Penuntut Umum yang beranggotakan lima orang jaksa,” jelas Mukri kepada wartawan, Rabu (20/2).

Kelimanya diperintahkan untuk mengikuti perkembangan dan meneliti hasil penyidikan perkara yang menyeret Jokdri. “Namun saat ini masih menunggu pengiriman berkas perkara dari penyidik Satgas Anti Mafiabola Mabes Polri,” ujar Mukri.

Sekadar informasi, Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Antimafia Bola Polri pada Kamis (14/2). Pada hari itu pula, mereka melakukan penggeledahan di kediaman pria yang akrab disapa Jokdri itu di Taman Rasuna, tower 9 lantai 18 unit 0918 C, Jalan Taman Rasuna Selatan, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Polisi juga menggeledah ruang kerja pengganti Edy Rahmayadi itu di Kantor PSSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis (14/2) kemarin. Dari hasil penggeledahan, Satgas mengamankan beberapa barang dan dokumen. Diantaranya satu buah laptop, satu buah Ipad, dokumen-dokumen terkait pertandingan, buku tabungan dan kartu kredit.

Lalu, sejumlah uang tunai, empat buah bukti transfer, tiga buah handphone warna hitam, enam buah handphone, satu bandel dokumen PSSI, satu buku catatan warna hitam dan satu buku note kecil warna hitam. Kemudian dua buah flash disk, satu bandel surat, dua lembar cek kwitansi, satu bandel dokumen, satu tab warna hitam.

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Desyinta Nuraini