JawaPos.com – PSIS Semarang berhasil membuktikan ketangguhannya di Piala Indonesia 2018-2019. Bertandang ke markas Bhayangkara FC pada leg pertama babak 16 besar, Selasa (19/2) malam WIB, Laskar Mahesa Jenar mampu menahan imbang tuan rumah yang merupakan juara Liga 1 2017. Hebatnya, PSIS tanpa bantuan pemain asing dan nyaris mempermalukan The Guardian.

PSIS sempat unggul terlebih dahulu pada menit 47 lewat Bayu Nugroho. PSIS tinggal beberapa menit memastikan kemenangan. Namun, pada waktu tambahan, Anderson Salles berhasil mencetak gol via tendangan bebas dan memaksa hasil imbang 1-1. Skor tersebut bertahan hingga laga berakhir.

PSIS datang ke Stadion PTIK hanya berbekal 15 pemain lokal. Namun, mereka mampu membuat Bhayangkara FC kerja keras. Meski begitu, Laskar Mahesa Jenar harus bermain pantang menyerah untuk menahan serangan The Guardian.

Babak pertama berlangsung sengit. Baik Bhayangkara FC maupun PSIS saling jual beli serangan. Namun, tak ada gol yang tercipta. Skor 0-0 mengakhiri babak pertama.

Pada awal babak kedua, PSIS memberikan kado masis bagi para suporternya. Tepat pada menit ke-47, PSIS mampu mencetak gol. Gol berasal dari tendangan kaki kiri Bayu Nugroho di dalam kotak penalti The Guardian.

Usaha Bhayangkara FC untuk mencetak gol menemui jalan buntu. Namun, tim asuhan Angel Alfredo Vera tak menyerag begitu saja. Usaha keras mereka akhirnya membuahkan hasil pada pengujung pertandingan. Salles merobek gawang Joko Ribowo lewat tendangan bebas. Skor 1-1 menjadi akhir dari laga kedua tim.

Mampu mencetak gol tandang menjadi modal penting bagi PSIS. Mereka akan menjadi tuan rumah pada leg kedua.

SUSUNAN PEMAIN
Bhayangkara FC: Wahyu Tri Nugroho, Anderson Aparecido Selles, I Putu Gede Juni Antara, Adam Alis Setyano (Dendy Suliatyawan ’59), Lee Yujun, Rachmad Hidayat, Alsan Putra Masat Sanda, Herman Dzumafo Epandi (Ilham Udin Armayn ’59), Jajang Mulyana (Muchamad Fatcu Rochman ’65), Muhammad Nur Iskandar, Wahyu Subo Seto.

PSIS Semarang: Joko Ribowo, Fauzan Fajri Nasrullah, Ganjar Mukti Muhardiyana, M Rio Saputra, Soni Setiawan, Bayu Nugroho, Eka Febri Yogi Setiawan (Aqsha Saniskara Prawira), Heru Setyawan, Tegar Infantrie Sukamto (Yoga Adiyatama ’85), Hari Nur Yulianto, Komarudin

Editor           : Edy Pramana
Reporter      : Bintang Rahmat