JawaPos.com – Sinyal penetapan tersangka keterlibatan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri dalam skandal pengaturan skor di Liga Indonesia tampaknya sudah terendus jajaran Satgas Antimafia Bola jauh-jauh hari.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis, (14/1) lalu. Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola, Brigjend Krishna Murti, memposting foto Joko Driyono di akun instagram pribadinya @krishnamurti_bd91 pada 9 Februari 2019.

Krishna seolah memberikan kode kepada masyarakat bahwa petinggi PSSI terlibat mafia skor. Pada foto wajah Jokdri yang di-posting, dia memberikan caption yang tidak ada hubungan dengan foto tersebut.

Sinyal Krishna Murti Penetapan Tersangka Bos PSSI Lewat Instagramnya

Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono ditetapkan jadi tersangka (Istimewa)

Melalui akun Instagram pribadinya, Krhisna Murti menulis: Pasti kalian lagi nungguin saya update, terus cepet2an komen di IG saya #kmupdates. Beberapa hari kemudian, Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Antimafia Bola, tepatnya pada Kamis 14 Januari lalu.

Krishna kembali memposting foto Jokdri di akun resmi Instagramnya, pada Jumat 15 Januari. Kali ini, foto itu bukan menampilkan foto wajah penuh Joko Driyono, melainkan foto aktivitas penggeledahan apartemen yang ditempati Jokdri di Taman Rasuna Said, di Jakarta Selatan pada Kamis (14/1) malam lalu.

Dalam unggahan foto tersebut, Krishna membubuhi caption: Jangan coba2 lawan Kekuatan rakyat Indonesia..Dan percayalah kami akan selalu bersama rakyat Indonesia.. Dan percayalah kami hanya ingin Sepakbola Indonesia kembali hebat.. Kamu mau mafia2an..?? Kami tidak akan gentar pada apapun.. Bravo rekan2 satgas #kmupdates #satgasantimafiabola @satgaspolri_antimafiabola

Selanjutnya, Satgas Antimafia Bola resmi menetapkan Joko Driyono sebagai tersangka perusakan alat bukti. Pejabat tertinggi lembaga sepakbola tanah air itu terbukti melakukan perusakan barang bukti dugaan pengaturan skor Liga Indonesia.

Jokdri menjadi aktor intelektual perusakan dan pencurian barang bukti di Kantor Komdis PSSI, Jalan Taman Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi. Dia menyuruh tiga orang bernama Muhammad Mardani Mogot alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur untuk mengambil laptop Jokdri serta alat bukti lainnya, usai Satgas Antimafia Bola menggeledah kantor tersebut.

Padahal, kantor tersebut sedang dalam pengawasan kepolisian dengan diberi tanda garis polisi. Ketiga orang suruhan Jokdri itu merusak police line, hingga masuk tanpa izin.

“Tiga orang itu pesuruh. Ada driver pribadi, staf, dan OB (office boy),” sebut Karo Penmas Div. Humas Mabes Polri, Brigjend Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (17/2).

Atas perbuatannya, pihak kepolisian mengeluarkan surat cekal kepada Joko Driyono untuk berpergian ke luar negeri. Di samping itu, dia harus mempertanggungjawabkan tindak perbuatan melawan hukum atas kasus perusakan dan pencurian alat bukti yang sedang dalam pengawasan kepolisian.

Surat pemeriksaan itu sudah dilayangkan oleh kepolisian pada Jumat, 15 Februari 2019. Penyidik akan mendalami motif alasan Jokdri menjadi aktor intelektual perusakan dan pencurian barang bukti di Kantor Komdis PSSI, Jalan Taman Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta beberapa waktu lalu.

“Jokdri baru ditetapkan tersangka, dia belum ditahan. Senin pukul 11.00 WIB, dia akan diperiksa atas kasusnya,” kata Dedi.

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Wildan Ibnu Walid