JawaPos.com – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum (Ketum) PSSI Joko Driyono resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pengaturan skor dalam sepak bola Indonesia oleh Satgas Antimafia Bola. Sosok yang akrab disapa Jokdri itu diduga melakukan perusakan barang bukti yang terkait pengaturan skor.

Ditetapkannya Jokdri sebagai tersangka menambah panjang daftar total tersangka yang perkaranya ditangani oleh lembaga bentukan Polri tersebut. Menurut CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin, situasi ini membuktikan keseriusan Satgas Antimafia Bola untuk mengawal sepak bola Indonesia menjadi lebih baik.

“Satgas bekerja dengan sangat baik. Menertibkan atau mau melihat wajah sepak bola Indonesia ini menjadi baik dan berjalan dengan adil, jujur. Sehingga dalam proses ini, apa yang menjadi ganjalan kita selama ini bisa terbuka dan bisa semakin baik,” tutur Munafri, Sabtu (16/2).

Sebelum Jokdri, Satgas telah lebih dulu meringkus sejumlah oknum di tubuh lembaga tertinggi sepak bola Indonesia itu. Mulai dari anggota Komisi Displin (Komdis) hingga level pelaksana teknis pertandingan seperti wasit. Atas kerja keras tersebut, Munafri menyatakan apresiasi dan dukungan kepada Satgas.

“Saya harap dengan perjalanan kasus ini bisa terungkap semua, agar ke depan kita bisa berbenah untuk membuat sepak bola bangsa ini menjadi hebat, menjadi kuat, dan menjadi pemersatu untuk Indonesia,” tegasnya.

Munafri menambahkan, situasi ini bisa menjadi pelajaran berharga. Agar ke depan, khususnya PSSI, bisa semakin terbuka. Mau menerima masukan-masukan dari semua klub-klub peserta kompetisi resmi dalam pengambilan keputusan teknis penyelenggaraan liga.

“Bisa lebih terbuka lagi, bahwa di Indonesia ini dibutuhkan kompetisi yang baik, kompetisi yang sehat yang jauh dari praktik-praktik merugikan. Supaya kita bisa menghasilkan produk pemain dan permainan yang berkualitas demi kemajuan sepak bola tanah air,” pungkasnya.

Editor           : Agus Dwi W
Reporter      : Sahrul Ramadan