JawaPos.com – Lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan masih menunggu hasil keputusan pemerintah perihal pemberian hadiah rumah untuk peraih medali emas di Asian Games 2018. Jika boleh memilih, atlet 29 tahun ini ingin mentukan lokasi rumahnya di Jakarta atau Bekasi.

Seperti diketahui, sebelum berlangsungnya Asian Games 2018, pemerintah menjanjikan bonus satu unit rumah kepada atletnya yang berhasil meraih medali emas. Selain itu, bonus juga diberikan dalam bentuk uang Rp 1,5 miliar serta status Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Eko Yuli sendiri sukses memenuhi misi tersebut. Dia naik podium tertinggi dengan total angkatan 311 Kg dengan rincian 141 Kg snatct dan 170 Kg clean and jerk.

Tentu hasil tersebut membuat Eko Yuli berhak mendapatkan bonus yang dijanjikan. Namun sayang, bonus rumah belum bisa dinikmatinya hingga saat ini.

“Kalau boleh memilih, ya, Bekasi. Wong tanah di Bekasi satu meternya saja bisa Rp 3-4 juta. Sekarang mau Bekasi atau Jakarta?,” ujar Eko seiring tawa.

Dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah, tanah yang disediakan memiliki luas 90 meter persegi. Ini untuk menentukan besaran rumah yang akan dibangun dengan type 36.

Bagi Eko Yuli, luas tanah yang telah ditetapkan itu tidak menjadi masalah. Justru dia bersyukur jika diizinkan untuk memilih lokasi yang dinilai menguntungkan.

“Walaupun 90 meter luas tanahnya, tinggal kalikan saja dari harga permeternya. Tapi harus jelas dulu itu jadi hak milik atau bagaimana,” tutup Eko.

Editor           : Bagusthira Evan Pratama
Reporter      : Isa Bustomi