JawaPos.com – Marko Simic kembali tersandung masalah pelecehan seksual. Setelah Via Valen, kali ini kasus serupa diduga terjadi saat Simic berada dalam pesawat tujuan Denpasar-Sydney.

Akibat masalah tersebut, Simic tertahan di Australia. Dia tak boleh kemana-mana sampai menjalani sidang pada 9 April 2019 mendatang.

Melihat fakta tersebut, manajemen Persija Jakarta akhirnya membahas masa depan sang pemain. Jika dinyatakan bersalah oleh pengadilan Australia, Persija tak segan memberi hukuman kepada Simic.

“Yang kejadian-kejadian lalu itu enggak perlu diobrolin lagi. Ke depan, karena ini kan baru indikasi. Belum terbukti dia bersalah melakukan pelecehan dan sebagainya,” ungkap bos Persija, Ferry Paulus.

“Kita harus hargai dan hormati dia, apalagi ini aset Persija. Kalau anaknya nakal wajib ditegur. Tapi kalau anaknya tidak nakal, tapi orang bilang nakal, kita harus lindungi anak ini,” sambungnya.

Sejauh ini Persija bersikeras untuk mempertahankan striker 31 tahun tersebut. Bahkan Persija mengirim pengacara untuk membantu Simic mengatasi masalahnya.

“Susah diomongin karena kita belum tahu duduk persoalan di Australia sana. Hanya kontrak selalu tegas. Hitam di atas putih. Kalau dia lakukan pelanggaran dan kesalahan, pasti ada sanksi,” tegas Ferry.

Editor           : Bagusthira Evan Pratama
Reporter      : Indra Eka Setiawan