Jawapos.com – GOR Bima Sakti Malang menjadi saksi bisu kemenangan dramatis Prawira Bandung. Sempat tertinggal jauh, Prawira akhirnya berhasil membungkam Bogor Siliwangi dengan skor 94-83, Minggu (10/2).

Pada awalnya Prawira mampu mengunci kemenangan pada kuarter pertama. Saat itu mereka mampu mengungguli Siliwangi dengan skor 24-23. Namun keadaan berubah drastis saat memasuki kuarter kedua.

Siliwangi menerapkan pressing ketat kepada para pemain Prawira. Siliwangi pun mampu berbalik mendominasi pertandingan. Bahkan pada saat itu Prawira harus tertinggal dengan selisih 10 poin.

Hal serupa juga terjadi di awal kuarter ketiga. Serangan yang dilancarkan oleh Prawira belum cukup untuk membalikkan keadaan. Alhasil perolehan poin mereka masih tertinggal.

“Kami memulai laga dengan baik, namun kemudian hilang konsentrasi. Sehingga sempat tertinggal jauh,” kata pelatih Prawira, Andre Yuwadi.

Namun, di pengujung akhir kuarter ketiga, Prawira mulai bangkit kembali. Melalui arahan Andre, tim asuhannya sukses menerapkan strategi full court press. Terbukti secara perlahan Prawira mulai mendekati perolehan poin Siliwangi.

Melalui momentum itu, para pemain Prawira yang sempat tertekan mampu kembali bangkit. Mereka bahkan dapat bermain lebih lepas saat memasuki kuarter keempat.

“Itulah sebenarnya gaya permainan Prawira. Anak anak berhasil mengendalikan pressure dan bermain lebih percaya diri,” ucap Andre

Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu pemain Prawira, Raymond Shariputra. Dia mengaku selepas memainkan strategi full court press, permainan rekan-rekannya menjadi lebih lepas.

“Kami lebih percaya diri dan mainnya jadi enak. Kelemahan kami memang belum konsisten,” ungkap Raymond.

Dalam laga tersebut, Dalarian Williams menjadi pemain yang mencetak angka terbanyak bagi Prawira. Dia mampu mencatatkan total 31 angka. Disusul oleh Raymond.Shariputra dan Hans Abraham yang masing-masing mampu menyumbang 17 angka.

Editor           : Agus Dwi W
Reporter      : Bintang Rahmat