JawaPos.com – BTN CLS Knights Indonesia sudah melupakan kekalahan pahit dari Singapore Slingers pada 3 Februari lalu. Pelatih CLS Knights Brian Rowsom sudah mengarahkan matanya pada laga berikut kontra Mono Vampire Thailand dalam laga lanjutan ASEAN Basketball League (ABL) 2018/2019, Sabtu (9/2).

Rowsom mengatakan, meski timnya sudah dua kali menundukkan Mono Vampire di musim ini, pelatih yang pernah bermain di liga NBA bersama Indiana Pacers dan Charlotte Hornets itu menengaskan bahwa dua hasil itu bukan jaminan timnya bisa meraih kemenangan kembali. Belajar dari kekalahan di tangan Slingers yang sekaligus menghentikan tujuh kemenangan beruntun timnya, Rowsom mengatakan ada beberapa aspek yang harus dibenahi.

“Kita harus bermain sebagai tim lagi. Ada beberapa koreksi yang saya dan coaching staff perbaiki selama persiapan melawan Mono Vampire, salah satu yang vital adalah penguasaan menutup badan lawan (box out, Red) pada saat melakukan bola rebound, selain itu kami harus awas menghentikan pergerakan passing bola lawan dari area pertahanan mereka supaya kita tidak mudah terkena perolehan poin dari serangan cepat, “ kata Rowson.

Kapten CLS Knights Sandy Febriansyakh pun menuturkan mereka tidak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti saat meladeni Slingers. “Kekalahan dari Slingers bagi saya adalah pembelajaran supaya kami semakin baik lagi. Saya dan teman-teman sudah melupakan hasil minor kemarin. Seperti yang coach sampaikan, setiap tim pasti akan mengalami masa up and down,” ujar Sandy.

Bertengger di posisi 6 dengan sembilan kemenangan dan delapan kekalahan, peluang CLS Knights untuk lolos babak playoffs memang bisa dibilang sangat besar. Walau demikian, tim asal Surabaya itu belum mau berpikir terlalu jauh.

“Mereka terus berkembang dan tidak pernah puas untuk meningkatkan kemampuannya. Tapi untuk berbicara lolos playoffs saya kira terlalu dini. Peluangnya masih 50-50. Saya Cuma ingin berkonsentrasi satu pertandingan ke pertandingan berikutnya,” papar Rowsom lagi.

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : Bintang Rahmat