JawaPos.com – Persebaya Surabaya jengah dengan ketidakpastian babak 32 besar Piala Indonesia melawan Persinga Ngawi. Tim berjuluk Green Force itu meminta PSSI bersikap tegas dalam menentukan kelanjutan turnamen ini.

Pertandingan antara Persebaya dengan Persinga mengalami tiga kali penundaan. Seharusnya, laga ini digelar 22 Januari dan 30 Januari. Kemudian mundur menjadi 30 Januari dan 5 Februari.

Akan tetapi laga diundur lagi menjadi 5 Februari dan 9 Februari. Saat ini, muncul jadwal baru, yakni 9 Februari dan 12 Februari. “Tapi pertandingan tanggal 9 Februari juga belum jelas,” keluh Manajer Persebaya, Candra Wahyudi.

“Bagi Persebaya, yang penting babak 32 besar ini bisa berjalan dulu. Sebab jika ini tidak berjalan, program berikutnya juga tidak berjalan. Berantakan,” imbuh pria asal Bojonegoro tersebut.

Apalagi hanya pertandingan Persebaya kontra Persinga saja yang belum berlangsung. “Persib Bandung sudah melakoni leg pertama. Persebaya belum jalan sama sekali. Ini sangat mengganggu program kami,” keluhnya.

Menurut Candra, ini bukan kasus pertama di Piala Indonesia. Persebaya pernah menemui kendala serupa saat berjumpa PSBI Blitar pada babak 128 besar, dan PSKT Sumbawa Bawat pada babak 64 besar.

“Sebenarnya Persebaya berharap kepada federasi untuk tegas dalam hal ini untuk menentukan sejauh mana kelanjutan Piala Indonesia, juga jadwal dan venuenya seperti apa,” harap Candra.

Editor           : Bagusthira Evan Pratama
Reporter      : Muhammad Syafaruddin