JawaPos.com – Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantara, membawa buah tangan berharga dari Spanyol usai menjalani program lisensi AFC Pro bersama pelatih Indonesia lainnya. Dia mengaku terkejut dengan tata kelola klub di Spanyol, terutama Deportivo Alaves. Seto berharap bisa menerapkan ilmu yang didapat selama berada di Spanyol.

Dalam kesempatan mengikuti program lisensi AFC Pri, dia dan pelatih lainnya melakukan studi banding dengan klub La Liga, Deportivo Alaves. Seto dan pelatih Indonesia lainnya mendapatkan ilmu tentang tata kelola manajemen sepak bola.

“Sangat jauh bila dibandingkan dengan sepak bola Indonesia. Mereka (Alaves) bukanlah tim bergelimang uang, tapi pembinaan usia dini sungguh luar biasa. Alaves di Eropa termasuk tim kecil dengan metodologi yang bagus. Kita semua harus banyak belajar dari sana,” ungkap Seto seperti dilansir laman resmi PSS Sleman.

Menurut Seto, Alaves memiliki akademi klub kelompok usia U-11 hingga U-21. Semua pelatih berlisensi UEFA-Pro dan mereka juga mengambil lisensi yang lebih spesifik.

“Pelatih kiper di sana (Alaves) memiliki lisensi UEFA-Pro dan lisensi khusus penjaga gawang. Di Indonesia belum ada yang AFC-Pro,” imbuh Seto.

Selain itu, Alaves disebutnya memiliki infrastruktur sepak bola yang lengkap dan memadai. “Alaves memiliki pemusatan latihan, gym, pusat kebugaran, semuanya lengkap untuk kelompok umur,” sebutnya.

Seto sendiri berharap hal itu bisa terwujud di Indonesia. Meski dinilainya masih akan cukup lama, Seto berharap bisa diwujudkan.

Editor           : Edy Pramana
Reporter      : Indra Eka Setiawan