JawaPos.com – Anggota Komite Eksekutif PSSI, Papat Yunisal membantah pernyataan pihak Kepolisian. Yakni soal dirinya yang memindahkan dokumen ke kantor PT. Liga Indonesia dan kantor PT Gelora Trisula Semesta (GTS).

Penegasan ini disampaikan menanggapi pemberitaan terhadap dirinya pada Senin (4/2) lalu di Jawapos.com. “Saya tidak pernah melakukan hal yang diberitakan, itu tidak benar dan tidak kapasitas saya melakukan hal tersebut. Mohon ini dikoreksi,” kata Papat kepada JawaPos.com, Selasa (5/2).

Mantan pemain Timnas Wanita era 1980-an ini menambahkan, dia menyayangkan pemberitaan tersebut karena tidak ada konfirmasi terlebih dahulu kepada dirinya. Padahal, Papat mengaku mendukung seluruh langkah dan upaya Satgas Mafia Bola untuk mengungkap penyelidikan terkait match fixing atau pengaturan pertandingan.

“Kami tidak pernah menutup-tutupi segala info yang terkait hal ini. Kami juga proaktif dengan selalu datang memberikan keterangan saat kami dipanggil oleh Satgas Mafia Bola,” tegas Papat.

PSSI pun, katanya, sangat serius memerangi dan mencegah segala macam praktik pengaturan skor maupun match fixing. Untuk itu PSSI membentuk Komite Adhoc Strategis yang bertujuan memberantas dan mencegah hal-hal tersebut. Komite ini diketuai oleh Ahmad Riyadh dan Azwan Karim sebagai wakil ketua.

Sementara itu, Direktur Media PSSI, Gatot Widakdo menyayangkan penayangan berita yang tidak dilengkapi konfirmasi dari semua pihak yang terkait. “Selama ini kami selalu terbuka dan menghormati proses penyidikan tim satgas Polri. Kami juga berharap rekan wartawan menjunjung kode etik jurnalistik dalam pemberitaan,” kata Gatot.

Adapun nama Papat muncul dalam pemberitaan JawaPos.com berjudul: Penyidik Temukan Kertas Hancur di Kantor Liga, Diduga Barang Bukti. Di dalam berita tersebut, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Syahar Diantono mengatakan, Satgas Antimafia Bola Polri mendapat informasi dari saksi bahwa ada upaya pemindahan dokumen yang dilakukan Joko Driyono dan Papat Yunisal.

Informasi itu menjadi dasar Satgas Antimafia Bola Polri untuk menyegel dan menggeledah kantor PT. Liga Indonesia dan kantor PT Gelora Trisula Semesta (GTS).

Dari hasil penggeledahan di kantor PT. LI khususnya, Satgas menemukan kertas yang dihancurkan menggunakan mesin. Belakangan diketahui dari keterangan saksi yang merupakan pegawai, kertas tersebut merupakan laporan keuangan Persija.

“Dokumen yang dihancurkan di kantor PT Liga. Yang bawa dokumen untuk pindah ke situ Jokdri dan Papat (Anggota Exco PSSI, Papat Yunisal),” jelas Syahar pada Jumat pekan lalu.

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Desyinta Nuraini