JawaPos.com – Manajemen Arema FC mengemukakan sebuah wacana bakal menjadikan dirigen Aremania, Yuli Sumpil sebagai duta antirasis. Namun, untuk saat ini pihaknya masih fokus untuk memperjuangkan status sanksi hukuman yang diterima Yuli serta suporter lainnya, Fandy.

“Fokus kami adalah memperjuangkan keduanya segera lepas dari sanksi yang dijalani. Manajemen kini sedang menata laporan semoga pekan depan kami bisa segera melaporkan,” ujar Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

Namun, sebelumnya Yuli sempat mengutarakan bahwa dirinya tidak ingin dijadikan sebagai duta Antirasis. Menanggapi hal itu, Sudarmaji mengaku bila hal itu sifatnya masih wacana.
“Itu sifatnya kan wacana. Kami fokus dulu pada urusan substansinya. Wacana itu kan sifatnya menyemangati,” terangnya.

Yuli Sumpil, Arema FC, Aremania, Antirasis

Yuli Sumpil mengaku enggan untuk dijadikan duta antirasis (Tika Hapsari/JawaPos.com)

Sebelumnya, manajemen Arema FC telah menyiapkan langkah besar bagi sang dirigen. Manajemen ingin menjadikan Yuli Sumpil sebagai duta antirasis sepak bola Indonesia. Bila Yuli bersedia menjadi duta antirasis, manajemen melalui tim hukum langsung melakukan banding.

“Yang jelas kami banding dulu, tapi kami ingin ada garansi dari yang bersangkutan. Justru mereka harus menjadi virus antirasis. Yang mau kami bawa, dia harus bisa jadi duta antirasis. Tim legal langsung bergerak, kalau dia mau berubah. Kami optimistis diterima bandingnya,” ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Sebagai informasi, Yuli Sumpil sedang menjalani sanksi larangan masuk ke stadion di seluruh Indonesia selama seumur hidup. Sanksi dijatuhkan Komdis PSSI karena dianggap memprovokasi pemain Persebaya Surabaya pada putaran kedua Liga 1 2018 di Stadion Kanjuruhan, Malang, beberapa waktu lalu.

Editor           : Edy Pramana
Reporter      : Fiska Tanjung