JawaPos.com – Kisruh antara para pemain bulu tangkis Denmark dengan Federasi Bulu Tangkis Denmark (DBF) akhirnya berakhir. Viktor Axelsen dan kawan-kawan akhirnya bergabung kembali ke tim nasional, dan kembali diperbolehkan berlatih menggunakan fasilitas pelatnas.

Perseteruan para pemain Denmark dengan DBF berawal pada bulan November 2018 lalu. Situasi tegang tersebut dipicu oleh masalah sponsor, di mana DBF yang sudah memiliki sponsor sendiri kala itu terpaksa mengeluarkan para pemain yang sudah mendapat sponsor dari merk lain. DBF ingin para pemain Denmark berada satu sponsor dengan mereka.

Padalah dana operasional pemain dari uang sponsor yang dikeluarkan DBF , menurut para pemain Denmark, terlalu kecil untuk membiayai mereka pergi turnamen, sehingga mau tidak mau para pemain harus mencari sponsor sendiri agar bisa tetap mengikuti turnamen tanpa merogoh kocek sendiri. Hal ini yang kemudian menjadi perdebatan panjang antara para pemain dan DBF.

Karena dikeluarkan dari timnas, para pemain pun harus menjalani turnamen tanpa didampingi pelatih maupun fisioterapis DBF. Kondisi ini berlangsung sampai Indonesia Masters 2019 yang baru berakhir pekan lalu.

Dilansir dari situs resmi DBF, perundingan antara para pebulu tangkis Denmark yang tergabung dalam Asosiasi Atlet Bulu Tangkis Denmark dan DBF akhirnya menemukan kesepakatan. Di situs tersebut, disebutkan bahwa para pemain kini sudah kembali ke timnas dan diperbolehkan latihan seperti biasa dengan fasilitas yang ada.

“Kesepakatan kolektif antara kami dan para pemain dilakukan demi kebaikan bulu tangkis Denmark di masa depan, dan kami harapkan bisa meningkatkan pendapatan dari sponsor,” sebut keterangan resmi di situs.

Tak hanya itu, DBF juga kembali mengizinkan para pemain Denmark mencari sponsor mereka sendiri di luar sponsor DBF. “Para pemain juga diperbolehkan mencari sponsor sendiri seperti sedia kala. Kondisi ini sudah efektif berlaku terhitung 29 Januari kemarin. Para pemain juga sudah dijadwalkan bertanding di Kejuaraan Beregu Eropa 2019 pada 13-17 Februari mendatang,” lanjutnya.

Editor           : Banu Adikara