33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Bata untuk Nancy

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Oleh: Dahlan Iskan

Hari berganti cepat. Tanggal pun kilat tertanggal. Tak terasa tinggal 35 hari lagi. Dari batas waktu 90 hari yang disepakati. Di gencatan senjata perang dagang Amerika-Tiongkok. Deadline kian dekat.

Wakil Perdana Menteri Liu He baru akan ke Washington akhir bulan ini. Ketika batas waktu tidak sampai 30 hari lagi. Pun belum ada sinyal apa-apa. Akan sukses atau buntu. Tiongkok minta ada pertemuan pendahuluan. Sebelum Liu He ke sana. Ia akan kirim dua wakil menteri.

Tapi keinginan Tiongkok itu ditolak.

Itu belum bisa diartikan sebagai sinyal buruk.
Presiden Donald Trump sulit dibaca. Baik wajahnya maupun ucapannya.

Tiap hari Trump masih up load twitter. Tapi tidak ada yang terkait dengan perang dagang. Setengah bulan terakhir. Eh tiba-tiba ada. Baru kemarin. Memberi sinyal positif. Tapi ya itu tadi. Siapa yang bisa memegang twitternya.

Apalagi Presiden Trump masih terus sibuk dengan urusan dalam negerinya. Soal tembok perbatasan. Soal mantan pengacaranya, Michael Cohen. Yang berbohong di depan DPR. Yang kebohongan itu, kata sang pengacara, atas suruhan presiden. Yang dampaknya, mestinya, bisa gawat. Bagi sang presiden.

Sang pengacara sudah siap beberkan semua. Termasuk peran Trump dalam kebohongan itu. Tanggal 29 Januari depan.
Tiba-tiba sang pengacara membatalkannya. Istri dan mertuanya terancam. Mereka diteror oleh Trump. Bisa jadi anak-anaknya juga. Pada gilirannya nanti.

Itu menambah kehebohan tersendiri. Sang pengacara sudah mengakui semua kesalahannya. Sudah dijatuhi hukuman 3 tahun. Tanggal 1 Maret nanti ia sudah harus menjalani hukuman. Kian sempit waktu untuk bersaksi di DPR.

Presiden juga masih sibuk di internal timnya. Tim sukses untuk Pilpres tahun 2020. Yang dipimpin menantunya: Jared Kushner.

Tim sukses itu baru saja bikin gerakan perlawanan. Sekaligus menghimpun dana. Semua pendukung Trump diminta beli bata. Untuk dikirim ke kantor Nancy Pelosi, ketua DPR dari Partai Demokrat. Dan ke kantor ketua fraksi Demokrat di DPD.
Trump memang sangat marah.

Demokrat terus menolak permintaan anggaran untuk membangun tembok perbatasan. Yang besarnya sekitar Rp 70 triliun. Yang dulu jadi andalan janji kampanyenya.

Saat Pelosi diundang Trump ke Gedung Putih pun dia tetap menjawab ‘no’. Trump pun tetap tidak mau menandatangani APBN. Yang sudah disetujui DPR. Yang tanpa anggaran tembok.

Akibatnya APBN tidak bisa dijalankan. Banyak instansi pemerintahan tutup. Sampai sekarang. Sudah lebih satu bulan. Penutupan terlama dalam sejarah Amerika.

Yang bikin heboh bukan hanya soal batanya. Batanya sih bata simbolik. Tapi harganya. Gerakan kirim bata itu sebenarnya ide ejekan yang kreatif. Sayangnya pendukung Trump diminta hanya membeli bata ke tim sukses.

Juga diminta tidak kirim bata sendiri-sendiri. Perusahaan pengiriman yang akan kirim bata itu ke Nancy Pelosi.

Harga bata itu sudah ditentukan: 20.20. Dua puluh dolar duapuluh sen. Padahal harga bata di Amerika hanya sekitar 3 dolar. Tim sukses dianggap terlalu banyak mengambil laba.

Diperkirakan setidaknya 20 juta pendukung Trump akan kirim bata itu. Hitung sendiri berapa miliar dolar laba yang diraih tim sukses. Cukup untuk biaya Pilpres mendatang.

Yang anti Trump tidak kalah kreatifnya: mengapa tidak menggunakan uang itu saja. Untuk membangun tembok beneran di perbatasan.

Gerakan itu banyak ditentang. Dianggap kontra produktif. Padahal desain batanya sudah dibuat. Lengkap dengan tulisan di bata itu. Lihat fotonya.

Biar pun di dalam negerinya begitu ruwet tekad membendung pengaruh Tiongkok tampaknya tidak reda. Demikian juga membendung Huawei dan ZTE.

Minggu lalu Amerika memberi peringatan pada sekutu utamanya: Israel. Agar waspada pada meluasnya pengaruh Tiongkok.
Israel menjadi serba salah. Pengaruh Tiongkok sudah terlanjur jauh di Israel. Kerjasama dua negara sudah sangat dalam.

Bahkan pelabuhan kontainer di Israel dibangun oleh perusahaan dari Shanghai. Yakni pelabuhan Haifa. Pelabuhan terbesar di Israel. Padahal pelabuhan itu dekat dengan pangkalan armada Amerika. Padahal perusahaan Shanghai itu tidak sekedar membangun. Juga akan mengoperasikannya. Selama 30 tahun. Mulai tahun 2021 nanti.

Betapa risi armada angkatan laut Amerika. Berpangkalan di depan mata rivalnya.

Tiongkok sendiri tampaknya akan berubah strategi. Akan kelihatan banyak mengalah. Ada doktrin yang belakangan dimasyarakatkan di Tiongkok. Agar rakyatnya ikut memahami langkah baru pemerintahnya.

“Mengambil langkah mundur tidak berarti menyerah.” Itulah doktrin baru itu.

Mundur bisa saja dengan tujuan untuk maju. Apalagi kalau mundurnya hanya tiga langkah. Sedang majunya kelak lima langkah.(dahlan iskan)

Berita sebelumyaSinyal untuk Sabrina
Berita berikutnyaWayan di New York

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

11 Karya Kreatif OPD Masuk Final

MAGELANG – Sekitar 53  karya dikirim untuk mengikuti Lomba Kreasi dan Inovasi (Krenova) untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)...

Jaga Tradisi Haul Akbar 

BRINGIN – Desa Gogodalem sangat menghormati tradisi serta sesepuh Desa setempat. Di Desa ini, terdapat makam mbah wali Nitinegoro atau lebih dikenal dengan makam Sentono...

Prasasti Plumpungan Bisa Jadi Motif Batik

SALATIGA - Sejarah Prasasti Plumpungan diharapkan bisa masuk dalam kurikulum muatan lokal. Hal itu mengacu setelah Bahasa Jawa ditetapkan Gubernur Jawa Tengah menjadi muatan...

Kampung Hebat Lombakan 7 Kategori

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang bersama Jawa Pos Radar Semarang akan menggelar lomba Kampung Hebat 2018-2019 di Kota Semarang. Tujuannya, untuk meningkatkan pemerataan pembangunan...

Bank Jateng Beri Pelatihan Kelola Keuangan UMKM

UNGARAN – Pola pengelolaan keuangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Semarang saat ini masih tradisional. Sehingga membuat UMKM sulit berkembang. Bank Jateng...

Hadirkan Akses Layanan Lebih Mudah

SEMARANG – PLN dalam upaya memudahkan pelanggan kini menghadirkan PLN MOBILE. Sebagai aplikasi berbasis Android, PLN terus melakukan peningkatan kualitas dari sisi layanan dan...