RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Bagi banyak orang, sakit gigi adalah sebuah penderitaan, karena tidak hanya menyebabkan penderitanya merasakan kesakitan, tapi juga aktivitas yang menggunakan gigi, seperti makan, jelas ini sangat mengganggu hari-hari penderitanya. Sebuah penelitan menyebutkan 1 dari 3 orang pernah mengalami gigi sensitif, bahkan 2 dari dari 5 generasi muda mengalami ngilu gigi sensitif.

“Ironisnya 50 persen dari mereka, belum memeriksakan giginya ke dokter gigi dan memilih untuk menahan sakit” demikian diungkapkan Dr.drg Yuniarti Seoroso,Sp. Perio (K), usai rapat kerja PDGI, di Semarang, jumat (25/01)19).

Gaya hidup yang ditandai dengan pola mengkonsumsi makan yang tinggi gula dan bahan-bahan yang rentan menyebabkan gigi sensitif, tambah Yuniarti Soeroso, menjadi salah satu penyebab banyaknya anak muda yang terserang gigi sensitif.

“Aktivitas anak muda yang sangat tinggi, dengan pola makan yang membuat mereka sangat rentan terkena gigi sensitif,” jelasnya.

Hal inilah yang menjadi perhatian Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), untuk meningkatkan kesadaran generasi muda memahami penanganan gigi sensitif.

Sementara itu, Pawan Sud, GM GSK Consumer Healthcare Indonesia mengungkapkan, pihaknya sebagai salah satu produsen pasta gigi Sensodyne meyakini kesehatan gigi dan mulut, merupakan bagian penting untuk mendapatkan kesehatan yang paripurna.

“Karena itulah, kami sejak tahun 2016 bekerjasama dengan PDGI berkolaborasi mewujudkan kesehatan gigi dan mulut yang optimal bagi masyarakat Indonesiau,” ungkap Pawan Sud.

Pria berkebangsaan India ini menambahkan, hasil penelitian yang menyebutkan 2 dari 5 generasi muda mengalami gigi sensitif, juga menjadi perhatian GSK.

“GSK selaku produsen Sensodyne mengeluarkan produk baru yakni Rapid Relief yang bisa mengurangi sensasi gigi ngilui sensitif sebesar 85 persen saat penggunaan pertama,” jelas Pawan Sud. Produk GSK sendiri, tambahnya, selama ini di rekomendasikan oleh para dokter gigi di Indonesia. (ono/svc/ap)