33 C
Semarang
Jumat, 3 Juli 2020

Jaminan Apa Saja

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

Oleh Dahlan Iskan

Sidang Sabrina ditunda lagi: Selasa besok. Waktu Canada. Atau tengah malam nanti. Waktu Indonesia Barat. Dengan demikian Boss No 2 Huawei itu masih harus di tahanan.

Dalam sidang pengadilan kemarin hakim memeriksa saksi-saksi. Salah satunya adalah Liu Xiaozong. Suami Sabrina Meng yang sekarang.

Pengacara Huawei memang mengajukan dua orang sebagai penjamin. Yang siap masuk penjara. Kalau Sabrina melarikan diri. Satunya lagi adalah pimpinan perusahaan swasta. Yang bergerak di bidang security. Yang akan menjaga agar Sabrina tetap tinggal di Vancouver.

Waktu nama suami Sabrina diajukan hakim ragu. Ia kan warga Tiongkok. Yang harus pulang ke Tiongkok. Apa gunanya menjadi penjamin.

Sang pengacara mengaku terus terang: belum mengecek dokumen Liu. Tapi saat sidang diskors untuk makan siang akan dicek. Pengacara akan me menanyakannya pada Liu.

Orang yang dibicarakan ada di ruang sidang. Ia duduk di deretan kursi di belakang Sabrina. Liu mendengar semua pembicaraan itu. Tapi status Liu hanya sebagai pengunjung. Tidak bisa langsung memberi penjelasan.

Sidang dimulai lagi. Sehabis makan siang. Barulah semua jelas: Liu punya visa Canada selama enam bulan. Bahkan bisa diperpanjang sesuai dengan keperluan penjaminan.

Liu memang seperti istrinya: pernah memiliki status permanen residen di Canada. Negara itu sudah seperti kampungnya sendiri. Tiongkok-Hongkong-Canada adalah tempat tinggal terbanyaknya. Setiap tahunnya.

Di Vancouver Sabrina punya dua rumah. Seharga Rp 140 miliar. Rumah itu ikut dijaminkan. Ditambah jaminan uang kontan Rp 10 miliar. Ditambah dua paspornya. Ditambah biaya security untuk menjaganya. Ditambah suaminya dan pimpinan security itu.
Saat dipanggil hakim pimpinan security itu menegaskan: sudah melihat rumah Sabrina. Ia bisa melakukan tugasnya. Tidak ada halangan mengawasi rumah itu.

Jaminan itu masih ditambah lagi: pengawasan secara elektronik. Agar Sabrina tidak bepergian melebihi batas yang ditentukan dalam peta elektronik itu. Tidak jelas apakah dengan demikian Sabrina akan dipasangi chip. Yang bisa dimonitor secara digital.
Pengacara masih menambahkan: Sabrina baru terkena kanker tiroid. Baru dioperasi. Juga menderita tekanan darah tinggi. Rahangnya juga baru dioperasi.

Hakim menunda sidang. Besok baru diketahui: apakah Sabrina ditahan luar. Atau tetap ditahan: seperti permintaan Amerika. Bahkan apakah akan diekstradisi: dikirim ke New York. Diadili di sana. Yang ancaman hukumannya 30 tahun. Karena Huawei dianggap melanggar hukum Amerika. Yang melarang siapa saja berdagang dengan negara Islam Iran.

Memang Huawei tidak melakukannya. Melainkan Skycom. Yang menjalin kerjasama dengan perusahaan telkom Iran. Sabrina sudah menegaskan Skycom sudah bukan lagi grup Huawei. Sejak lama. Sudah dijual. Tapi Amerika tetap menganggap Skycom anak perusahaan Huawei.

Segala upaya untuk membebaskan Sabrina dilakukan. Oleh Huawei. Juga oleh pemerintah Tiongkok. Pun kalau kelak akan berlanjut ke persidangan. Pasti bakal seru. Bisa merembet ke mana-mana.

Huawei dan Sabrina telah menyita halaman-halaman disway. Beberapa hari. Ada ehm Annabel pula. Adik tiri Sabrina. Yang cantiknya tidak tahan. Sampai rencana menulis soal pasukan kuning Pracis pun tertunda.

Dunia memang sudah gila! (Dahlan Iskan)

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kembangkan Bisnis Aksesori

RAGAM aksesoris sebagai pemanis tampilan makin berkembang. Sentuhan kreativitas menjadikannya makin diminati. Hal ini ditangkap oleh Trianti Indah Hastuti sebagai salah satu peluang bisnis. ”Kami...

Petar dan Conteh Direkrut

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS akhirnya memutuskan untuk merekrut dua legiun asing yaitu bek tengah asal Serbia, Petar Planic dan breaker asal Sierra Leone, Ibrahim...

Pasrah Habiskan Sisa Usia Tanpa Sanak Keluarga

RADARSEMARANG.COM - Orang yang masih memiliki sanak keluarga dan saudara secara utuh, patut bersyukur. Di luar sana, banyak orang tak bisa merasakan hangatnya keluarga....

Kutipan Akta Kematian Menjadi Syarat Wajib

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Kasubbag Kesejahteraan sosial pada Bagian Kesra Setda Kota Magelang, Ahmat Sholichin menyampaikan, pengurusan bantuan sosial santunan kematian saat ini mengalami sedikit...

Jual Wonosobo Melalui Foto

WONOSOBO–Himpunan Penggemar Photo Wonosobo (HPPW) siap menjadi tuan rumah Salon Foto Nasional 2018. Ajang prestisius Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia (FPSI) dinilai akan berdampak baik...

58 Penderita Katarak Karanganyar Operasi Gratis

KARANGANYAR-Sebanyak 58 penderita Katarak di Kabupaten Karanganyar dilayani operasi tanpa biaya melalui program Operasi Katarak Gratis (OKG) dari Bakti Sosial Djarum Foundation di Rumah...