RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Semenjak UU no 30 tahun 2009, tingkat kepatuhan pemilik genset khususnya yang diatas 200 KVA cukup tinggi. UU uang mengatur tentang ketenagalistrikan tersebut menyebutkan semua instalasi tenaga listrik yang beroperasi wajib memiliki Surat Laik Operasi (SLO) dan sertifikasi bagi tenaga operatornya.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Ir Teguh Dwi Paryono mengungkapkan, tingginya angka kepatuhan ini tak terlepas dari kegiatan patroli rutin yang dilakukan pihaknya.

“Secara rutin kita adakan patroli, tim gabungan kita mendatangi perusahaan-perusahaan untuk mengecek perizinan genset, kalau belum ada kita dorong mereka untuk segera melengkapi” ungkap Teguh Dwi Paryono, usai membuka Sertifikasi Kompetensi TeknikKelistrikan Operator PLTD, di Semarang, Selasa (27/11/18).

Tidak hanya kalangan swasta, tambah Kepala Dinas ESDM Prov Jateng, pihaknya juga mendorong dinas-dinas di lingkungan Pemprov Jateng, untuk melengkapi perizinan SLO maupun IO untuk tenaga operatornya.

“Yang di lingkungan pemprov kita ambilkan dana dari APBD, kita ikutkan sertifikasi bagi tenaga operatornya, sementara yang pemerintah kabupaten dan kota kita minta pak bupatinya untuk mengirim personelnya” cetus Teguh Dwi Paryono.

Sementara itu menurut Manager PT Eleska IATKI perwakilan Jawa Tengah, Slamet Eko Ariyanto mengatakan, banyak keuntungan yang diperoleh perusahaan yang telah mengikutkan tenaga operatornya dalam sertifikasi tenaga operator PLTD.

“Dengan tenaga operatornya telah disertifikasi, maka ada jaminan keselamatan bahwa tenaga operatornya cakap dan profesional di bidangnya” cetus pria yang akrab dipanggil Ari ini.

Hingga saat ini, dari 700-an perusahaan di Jawa Tengah yang telah mendapat izin penggunaan mesin genset, sudah lebih dari separo yang melengkapinya dengan SLO dan IO. (ono/svc/ap)