33 C
Semarang
Senin, 28 September 2020

KTT Pinjam Sana-Sini

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Oleh: Dahlan Iskan

Baru sekali ini terjadi. Sebagian peserta KTT APEC tidak tinggal di negara penyelenggara: Papua Niugini. Sampai jadi bahan guyonan.

Wakil Presiden Amerika Serikat misalnya, tinggal di Australia. Demikian juga Sultan Bolkiah dari Brunai.

Pagi-pagi mereka terbang dari Australia. Menghadiri sidang-sidang APEC. Sorenya balik ke hotel mereka di Australia. Tepatnya di Cairns. Kota kecil di negara bagian Queensland yang menghadap ke Papua Niugini.

Penerbangan dari Cairns ke Port Moresby, tempat sidang, memakan waktu 1,5 jam.

Tentu alasan utamanya adalah keamanan. Papua Niugini dikenal tidak aman. Fasilitasnya juga minim. Beberapa kegiatan terpaksa dilakukan di atas kapal. Yang bersandar di pelabuhan Port Moresby. Termasuk pidato dua tokoh penting: Wapres AS Mike Pence dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Ada alasan guyonan kenapa Mike Pence tidak mau tinggal di Port Moresby. Ibukota Papua Niugini itu sudah seperti dikuasai Tiongkok.

Jalan-jalan utama di sana dibangun oleh Tiongkok. Lewat program One Belt One Road (OBOR). Kalau Pence tinggal di Port Moresby sama saja dengan menjadi tamu Tiongkok.

Padahal Amerika lagi dalam keadaan perang. Lawan Tiongkok. Perang dagang. Bahkan juga perang program. Amerika lagi melaunching OPIC: saingan OBOR.

Pidato Pence kemarin di kapal itu penuh berisi promosi OPIC. Sambil menyindir habis-habiskan OBOR.

Negara-negara Asia, kata Pence, jangan mudah tergiur belt yang mencekik dan one road yang menyesatkan. Penyebutan kata belt dan road di situ jelas menyindir OBOR.

Masalahnya OPIC-nya Amerika ‘hanya’ menyediakan dana USD 60 miliar. Sedang OBOR-Tiongkok USD 1 triliun.

Saat Pence berpidato Xi Jinping belum tiba di kapal. Dan saat Jinping tiba, Pence sudah meninggalkan kapal.

Xi Jinping tidak merespons sedikit pun serangan Pence. Ia lebih menekankan bahwa perang dagang yang sedang berlangsung hanya membuat semua pihak kalah. ” Tidak akan ada yang menang,” katanya.

Pengamat bahkan menilai Pence tidak mau tinggal di Port Moresby karena ini: tidak mau jadi penonton di panggungnya Tiongkok.

Panggung Tiongkok itu nyata adanya: kedatangan Xi Jinping dielu-elukan. Sampai anak sekolah pun dikerahkan untuk menyambutnya di pinggir jalan.

Spanduk-spanduk besar dibentang. Bahkan Papua Niugini merelakan Xi Jinping menghelat KTT sendiri. Sebelum KTT APEC. Yakni KTT antara Xi Jinping dengan kepala-kepala negara kecil di Pulau-pulau Pasifik Selatan.

Mereka itu dulu memihak Taiwan. Kini memindahkan kedutaan mereka ke Beijing. Setelah begitu banyak mendapat bantuan pembangunan dari OBOR.

KTT khusus itu seperti perlawanan. Itu karena Pence mengagendakan bertemu ketua delegasi Taiwan. Di sela-sela kegiatan KTT APEC.

Rupanya KTT APEC berubah: dari forum ekonomi negara-negara Pacific ke forum politik.

Apa boleh buat.

Tuan rumah KTT sekarang ini memang bersejarah: dilaksanakan di negara paling miskin di antara anggotanya. Papua kita jauh lebih maju dari tetangganya di timur itu.

Kalau pun Papua Niugini punya kelebihan dari Papua kita adalah: di sana kini punya 40 mobil Maserati yang mewah. Yang dibeli menjelang KTT ini. Yang bikin rakyatnya marah. Demo. Minta perdana menteri Peter O’ Neill mundur.

Tapi Peter O’ Neill cuek bebek.

Saat wartawan bertanya tentang 40 Maserati itu O’Neill balik meledek: kenapa kalian tidak bertanya saat Vietnam membeli 400 Audi. Ketika KTT APEC dilangsungkan di sana.

Masalahnya Vietnam memang mampu membeli. Sedang untuk KTT APEC kali ini Niugini harus minta sumbangan. Tidak mampu menanggung biaya penyelenggaraannya.

Permintaan sumbangan dikirim ke tetangganya: Australia. Satunya lagi ke juragannya: Xi Jinping.

Sampai ada yang meledek: ini bukan KTT APEC. Ini KTT XIPEC.(dahlan iskan)

Berita sebelumyaPulang Kampung
Berita berikutnyaWardah 

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...