Ketahui Perbedaan 2 Jenis Obat Pengencer Darah dan Dosisnya

146

JawaPos.com – Pasien dengan riwayat penyakit jantung dan stroke umumnya diberikan obat pengencer darah.
Obat pengencer darah bekerja mencegah terjadinya penggumpalan di pembuluh darah.

Sebab gumpalan tersebut bisa menyumbat aliran darah ke otot jantung dan menyebabkan serangan jantung. Darah yang kental juga bisa menghadang aliran darah ke otak, sehingga akhirnya menyebabkan stroke.

Ada dua jenis obat pengencer yakni golongan antiplatelet atau antikoagulan. Antiplatelet bekerja menjaga agar tidak terjadi pengumpulan sel-sel pembeku di pembuluh darah dan arteri. Sehingga darah bisa tetap encer. Jenis antikoagulan bekerja mencegah darah membeku dengan mengulur waktu terjadinya penggumpalan.

“Antiplatelet diberikan untuk mencegah stroke trombotik, antikoagulan untuk mencegah stroke embolik yang salah satunya akibat gangguan irama jantung,” tegas Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Dr. Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Contoh antiplatelet adalah Aspirin dan Clopidogrel. Contoh antikoagulan adalah Walfarin, Fraxiparin, Enoxaparin.

Menurut dr. Mursyid, pemberian obat pengencer darah harus tepat disesuaikan dengan tujuannya. Tentu pemberian antiplatelet dan antikoagulan berbeda pada pasien berdasarkan riwayatnya.

“Kalau gangguan irama jantung jenis fibrilasi atrium pilihannya adalah antikoagulan. Memang ada penelitian yang mencoba meneliti efektivitas antiplatelet sebagai pengganti antikoagulan namun ternyata tidak efektif,” jelasnya.

Antiplatelet memiliki risiko efek samping pada masalah lambung. Pada beberapa pasien juga diberikan obat lambung untuk mengatasi hal itu.

Beda Dosis

Antiplatelet pada umumnya diberikan oleh dokter dengan dosis sekali sehari. Sementara antikoagulan tergantung dari hasil pemeriksaan darah, bisa saja dua kali sehari atau bisa juga dua hari sekali.

Bila tidak ada penyakit lain yang mengharuskan pasien minum obat lain, seperti diabetes atau hipertensi, bisa saja pada pasien pasca stroke hanya diberikan antiplatelet. Cara dan waktu meminum tentu ada perbedaan setiap obat sesuai anjuran dokter.

(ika/JPC)