Soal Pemain Blasteran, Indonesia Harus Akui ‘Keunggulan’ Thailand

183

JawaPos.com – Pertemuan antara Thailand versus Indonesia pada laga ketiga Piala AFF 2018 mempunyai hiasan tersendiri. Hiasan itu tak lain kehadiran para pemain berdarah campuran alias blasteran di kedua kubu. Khusus soal pemain blasteran, Indonesia harus akui ‘keunggulan’ Thailand.

Timnas Thailand saat ini setidaknya memiliki empat pemain berdarah campuran. Mereka adalah Philip Roller (Thailand-Jerman), Manuel Bihr (Thailand-Jerman), Kevin Deeromram (Thailand-Belgia), dan Mika Chunuonsee (Thailand-Wales).

Sementara, Indonesia cukuop diwakili oleh Stefano Lilipaly (Indonesia-Belanda). Kalaupun ada ‘pemain asing’ lainnya, itu adalah striker naturalisasi Alberto ‘Beto’ Goncalves.

Kehadiran para pemain blasteran ini bukan sekadar pelengkap. Karena di kubu Thailand, Roller dan Bihr menjadi tembok yang kokoh di lini pertahanan. Keduanya sudah membuktikan kemampuannya saat membantai Timor Leste di matchday pertama.

Pelatih Timnas Bima Sakti juga mengakui ketangguhan Roller dan Bihr. ”Saya melihat penampilan keduanya menjadi kunci kemenangan melawan Timor Leste,” kata Bima.

Tapi, Bima menegaskan, baik Lilipaly ataupun Beto juga punya kontribusi. Dia juga lega setelah mendengar Bihr kemungkinan absen malam nanti karena masih dibekap cedera. ”Saya harap Beto dan Lilipaly bisa memberikan yang terbaik besok (hari ini, red),” tuturnya.

Di sisi lain, Beto tak peduli dengan keberadaan pemain blaseteran di kubu Thailand. Sebab, menurut bomber Sriwijaya FC itu, semua pemain Thailand berbahaya. ”Semua pemain Thailand harus diwaspadai, bukan hanya satu dua pemain saja. Mereka bermain tim, bukan individu,” tegasnya.

Pelatih Thailand Milovan Rajevac membantah jika timnya asuhannya diperkuat pemain ‘asing’. Menurut Rajevac, di timnya semua adalah pemain Thailand. Tak masalah dari mana dia berasal.

”Mereka masuk tim saya juga karena kualitas. Bukan hal mudah bisa berkostum Thailand,” jelas pelatih yang pernah membawa Ghana menembus perempat final Piala Dunia 2010 itu. ”Mereka sudah di sini dan wajib membuktikan diri,” tandasnya. 

(rid/bas)