Raih 3 Kali Cleansheet di Kandang, Djanur Mengaku Puas

136

JawaPos.com – Hasil sangat menawan diraih Persebaya Surabaya dalam tiga laga kandang terakhir. Tak hanya mampu meraih tiga kemenangan, tapi juga punya catatan apik lainnya. Green Force mencetak 10 gol dan sama sekali tidak pernah kebobolan dalam tiga laga kandang terakhir mereka.

Namun sorotan lebih kuat menyasar lini pertahanan Persebaya. Kenapa? Karena pertahanan Persebaya benar-benar solid meski menghadapi 3 tim papan atas yang punya barisan penyerang andal. Madura United, Persija Jakarta, dan PSM Makassar dibuat mati kutu oleh barisan benteng Green Force.

Saat bentrok dengan PSM (10/11), lini belakang Persebaya memang tampil sangat disiplin. Saking disipilinnya, trio lini depan PSM sampai frustrasi. Guy Junior, M Rahmat, hingga Wiljan Pluim dibuat tak berkutik.

“Pemain belakang Persebaya benar-benar kuat. Mereka sudah sangat disipilin menghalau serangan sejak dari lini tengah,” kata winger PSM M Rahmat.

Duet Fandry Imbiri dan Otavio Dutra menjadi tembok tebal bagi lini belakang Persebaya belakangan ini. Khusus bagi Fandry, dia tak hanya disiplin di belakang. Pemain 27 tahun itu juga mencetak satu gol saat bersua PSM Makassar.

Itu menjadi gol keduanya di musim ini. Meski tampil apik, Fandry enggan jemawa. Dia menganggap tugasnya lebih mudah karena rekan satu timnya sudah tampil apik. Termasuk lini depan dan lini tengah.

“Ini semua karena teman-teman selalu (bermain) kompak,” kata mantan penggawa Semen Padang itu. “Dari depan dan tengah, pemain sudah berupaya menghalau serangan lawan. Jadi saya di belakang lebih gampang untuk menetralisir situasi. Ini bukan hanya kerja saya saja.” 

Soal duetnya dengan Dutra, Fandry memang menilai pemain asal Brasil itu cukup bagus. “Dia berpengalaman,” katanya.

Kunci penampilan Fandry adalah tak ragu untuk berkonsultasi kepada asisten pelatih Bejo Sugiantoro. Maklum, semasa aktif bermain, Bejo dikenal sebagai stopper tangguh. “Saya sering tanya ke coach (Bejo), soal penempatan posisi atau yang lain. Coach juga tanggapi dengan bagus, itu sangat membantu,” sebut Fandry.

Performa lini belakang yang apik sebenarnya tak membuat Dutra kaget. Sebab, usai kekalahan 1-0 dari Borneo FC (13/10) dia bersama rekan-rekannya di lini belakang langsung berkumpul. “Kami bicara, banyak hal yang masih kurang. Baik dari tim, maupun secara komunikasi (di lapangan),” kata bek berusia 35 tahun itu.

Tapi, bagi pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman, bukan hanya Dutra dan Fandry yang tampil apik. “Saya rasa empat pemain belakang semuanya tampil sangat bagus,” kata pelatih yang akrab disapa Djanur itu. Selain Dutra dan Fandry, masih ada M Syaifuddin di posisi bek kanan dan Ruben Sanadi di sisi kiri.

“Jujur, penampilan empat pemain (belakang) ini memuaskan saya. Syaifuddin di sisi kanan sangat disiplin,” tambah pelatih 54 tahun itu.

Lantas, bagaimana dengan Ruben? “Ruben sudah jelas lah. Dia punya nilai lebih. Tidak hanya kuat di belakang, Ruben juga sangat bagus saat membantu serangan,” imbuh mantan pelatih Persib Bandung itu.

Meski begitu, Djanur belum berani memastikan apakah empat pemain belakang ini akan selalu menjadi andalan di empat laga sisa. “Masih ada Andri (Muliadi). Dia juga sangat bagus, tak ada masalah. Apalagi masih ada Rian (Rachmat Irianto), lihat saja nanti,” pungkasnya. 

(gus)