RADARSEMARANG.COM, SEMARANG- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr Yulianto Prabowo mengaku prihatin dengan temuan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, adanya sejumlah remaja yang menggunakan rendaman pembalut wanita untuk mabuk, sebagai pengganti narkoba. Yulianto mengingatkan perilaku semacam itu dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan mereka.

“Apalagi mereka khan ngambil pembalut dari sampah ya, makin tidak sehat, lha yang baru saja kalau tidak digunakan sebagaimana mestinya bisa mengganggu kesehatan,” tutur Yulianto Prabowo.

Apalagi, tambah Kadinkes Prov Jateng, pembalut wanita selama ini mengandung klorin dan bubuk dosium polyacrylate.

“Itu efeknya kalau di rebus dan diminum air rebusannya, akan berdampak pada gangguan kesehatan, bermacam-macam gangguannya tapi yang jelas itu bisa serius gangguan kesehatannya,” jelas Kadinkes Prov Jateng ini.

Karena itu, tambah dr Yulianto Prabowo, pihaknya tak henti-hentinya selalu mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan mencegah sejak dini perilaku yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan masyarakat.

“Kita edukasi terus menerus masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan hidup sehat ini, rajin olah raga, makan sayur dan buah serta rutin cek kesehatan,” tutup Yulianto. (ono/web/ap)