33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Referendum Sensitif yang Mengkhawatirkan

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Oleh: Dahlan Iskan

Kok tensinya memanas begini: Taiwan memutuskan sesuatu yang sensitif. Akan mengadakan referendum.

Tanggal 24 Nopember nanti. Bersamaan dengan pilkada serentak di sana.

Persoalannya kira-kira begini: Di Olimpiade 2020 nanti delegasi Taiwan akan berdiri sendiri sebagai satu negara. Pertanyaan referendumya: setuju atau tidak.

Taiwan sudah memutuskan untuk memasuki zona bahaya. Tiongkok menganggap referendum itu merupakan langkah awal. Menuju referendum final: Taiwan merdeka, setuju atau tidak.

Sikap Tiongkok jelas: Taiwan adalah salah satu provinsinya. Langkah memerdekakan Taiwan akan dilawan. Dengan resiko apa pun. Biaya berapa pun. Nyawa siapa pun.

Memang referendum itu kelihatannya ‘hanya’ soal olahraga. Yang selama ini delegasi Taiwan disebut sebagai ‘China Taipei’. Sejak tahun 1971. Sejak hampir 50 tahun lalu.

Komite Olimpide Internasional juga sudah memutuskan: Mei lalu. Tidak akan ada perubahan apa pun. Termasuk penamaan delegasi dari Taiwan.

Olimpiade 2020 akan diselenggarakan di Tokyo. Jepang sudah siap. Saat saya ke  Tokyo dua minggu lalu getarannya sudah terlihat.

Referendum di Taiwan itu hasilnya sudah bisa dipastikan: setuju. Artinya Taiwan akan hadir seperti negara merdeka.
Itu pun kalau Tokyo menerimanya. Kalau IOC menyetujuinya.

Persyaratan di referendum Taiwan itu agak aneh. Referendum dianggap sah biar pun yang ikut hanya 25 persen. Dari yang memiliki hak pilih: sekitar 19 juta orang.

Itu bisa dilihat dari pernyataan dukungan. Sampai kemarin sudah lebih 400 ribu orang yang menyatakan mendukung referendum. Angka itu diungkap oleh South China Morning Post, Hongkong.

Rasa nasionalisme di Taiwan memang lagi pasang. Terutama sejak Yin-Wen terpilih sebagai presiden. Wanita lajang berumur 57 tahun itu memang keturunan suku asli Taiwan. Ibunya.

Rasa nasionalisme itu kian membara saat Donald Trump terpilih sebagai presiden Amerika Serikat. Yang terang-terangan berdiri di belakang Taiwan. Bahkan memusuhi Tiongkok. Lewat perang dagangnya. Yang kian meningkat.

Rasanya situasi baru ini sangat mengkhawatirkan. Tidak seperti ketegangan selama ini. Kali ini ketegangannya benar-benar tegang. (Dahlan Iskan)

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Iuran BPJS Rp 13 M Belum Dibayarkan

SEMARANG-Perjuangan karyawan PT Nyonya Meneer melaporkan petinggi perusahaan jamu legendaris ini ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah terus berlanjut. Dalam kasus itu, Djoko Prasetyo...

Bagikan Nasi Bungkus untuk Gelandangan

MAGELANG –Siswa SMK Citra Medika Kota Magelang membagi 350 nasi bungkus dan susu, Jumat (3/2). Sasarannya adalah masyarakat kurang mampu yang berada di Kota...

Akhirnya Jabatan CAS Dicopot

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Purworejo, Cahyono Adhi Satriyanto (CAS) akhirnya dicopot dari jabatannya. Setelah adanya pemeriksaan Badan Narkotika...

Transaksi Narkoba dengan Bitcoin Sulit Terdeteksi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Transaksi ekstasi dengan pembayaran menggunakan Bitcoin atau uang virtual dinilai sulit terdeteksi. Ini seperti yang dilakukan Candrika Pratama alias CPI, 22, mahasiswa Fakultas...

Pelayanan SIM Bertema Perjuangan

WONOSOBO–Berbagai upaya dilakukan Satlantas Polres Wonosobo dalam memaknai kemerdekaan Indonesia ke-72 tahun ini. Setelah mengenakan atribut merah putih jelang Hari Kemerdekaan, pada Jumat (18/8)...

Pemecahan Masalah Trigonometri yang Mendekati Soal “HOTS”

RADARSEMARANG.COM - Pemecahan masalah Trigonometri  yang mendekati soal  HOTS atau high order thinking skills yang membutuhkan penalaran tingkat tinggi, sangat perlu diberikan pendidik kepada...