Ahli Anti Aging: Stem Cell Bikin Awet Muda dan Cegah Menopause Dini

123

JawaPos.com – Tiap orang pasti ingin selalu tampak awet muda. Dengan datang ke klinik kecantikan, khususnya kaum hawa ingin melakukan perawatan anti penuaan dini (anti aging).

Di tangan Profesor Kecantikan Prof. Dr. Deby Vinski, MScAA, PhD, perawatan paling populer saat ini adalah menggunakan sel punca atau stem cell. Dia adalah dokter Indonesia pertama yang lulus dengan predikat ‘Magna Cum Laude’ dalam Anti-Aging Medicine Speacialization di Paris.

tips awet muda, menopause dini, pakar anti aging, stem cell,
Profesor Kecantikan Prof. Dr. Deby Vinski, MScAA, PhD, dalam 20 tahun berkarya menjelaskan metode stem cell untuk anti aging. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

“Memang saat ini yang makin populer adalah stem cell. Kami kembangkan itu terus. Perkembangannya menurut saya sangat pesat,” kata Prof. Deby baru-baru ini dalam peresmian 20 tahun dia berkarya.

Prof. Deby menjelaskan stem cell yang dia gunakan berasal dari lemak pasien sendiri. Kemudian stem cell tersebut disuntikan ke bagian wajah.

“Bisa juga diambil dari darah pasien dan membuat wajah pasien bersinar awet muda. Dan sebagian dimasukkan ke pembuluh darah bertujuan mencegah menopause dini pada perempuan. Sehingga awet muda terus,” katanya tertawa.

Stem cell, kata dia, adalah sel punca yang akan datang kepada sel-sel di tubuh dan memperbaiki regenerasi selnya. Stem cell seolah memberikan kekuatan kepada sel.

“Khasiatnya bervariasi, ada yang beberapa bulan. Diperbaiki hormonnya. Ada yang disuntikan, dan ada yang diinfuskan.
Beda-beda frekuensinya. Ada yang harus 3x ada yang 10x,” tutur Prof. Deby.

Menurutnya anti aging bersifat sangat individual (personal approach). Sehingga tak bisa disamaratakan pada masing-masing pasien.

Perlu diketahui, Prof. Deby meraih gelar Master dalam Preventive & Anti aging Medicine di Dresden International University, Jerman. Prof. Deby juga melanjutkan Program Doktor dalam Stem cell and Peptide from Saint Petersburg, Institute Bioregulator dan Gerontology, Saint Petersburg Rusia.

Bahkan risetnya mengenai stem cell dan peptide untuk memperpanjang telomere serta pengaruh Sirtuin gen di Rusia langsung dibimbing oleh penemu peptide bioregulator, Prof. Vladimir Khavinson, MD, PhD. Pada Juni 2018 Prof. Deby di anugerahi sebagai Professor Anti-aging Medicine di EFHRE International University, Barcelona, Spanyol. Prof. Deby menjadi professor pertama dunia di bidang kedokteran anti aging.

“Masing-masing pasien tak sama. Anti aging setiap pasien adalah istimewa. Sehingga saat stem cell disuntikkan, stem cell punya homing. Dia akan pergi ke mana-mana. Stem cell tahu rumahnya di mana di dalam tubuh manusia. Sehingga salah satunya bisa memperlambat gejala menopause dini,” tegasnya.

(ika/JPC)