Rentan Kena HIV/AIDS, ‘Ayam Kampus’ Harus Berani Periksa Kesehatan

256

JawaPos.com – Kehidupan pekerja seks komersial seperti ‘ayam kampus’ yang sering bergonta-ganti pasangan, menjadikan pekerjaan tersebut rentan akan penularan virus HIV/AIDS. Sehingga diperlukan dorongan dan kesadaran guna mengantisipasi penularan HIV/AIDS.


Berdasarkan data Yayasan Kaki tentang jumlah Wanita Pekerja Seksual (WPS) menunjukkan dari 10 WPS ada 4 wanita yang memilih menjadi ‘ayam kampus’. Bahkan, justru saat ini sedang tren remaja perempuan yang menjalin hubungan dengan para sopir angkot.

Pegiat HIV AIDS dari Yayasan Kaki Denies Eka Saputra menjelaskan profesi ‘ayam kampus’, menjadi salah satu target sasaran edukasi untuk mencegah penularan HIV AIDS. Sebab, ayam kampus atau profesi lainnya yang terkait erat dengan berganti pasangan tak aman, akan rentan tertular HIV AIDS


“Sisi gelap itu memang ada dan dekat di sekitar kita. Tak bisa menutup mata bahwa gaya hidup bisa membuat para mahasiswi ini gelap mata. Kami selalu berikan edukasi agar memperhatikan sisi kesehatan. Mereka juga terus didorong untuk berani ikut tes HIV AIDS,” jelas Denies saat berbincang dengan JawaPos.com beberapa waktu lalu.


Untuk itu, Yayasan Kaki mengkampanyekan agar masyarakat berani ikut uji tes HIV AIDS. Sebab masalah HIV AIDS adalah masalah kesehatan bukan lagi masalah perilaku sosial.


Jika isu HIV dikemas dengan baik dan benar, maka semua orang mau ikut tes HIV AIDS. Pada tahap awal, hal yang paling menyulitkan adalah Orang dengan HIV AIDS (ODHA) tak memiliki perbedaan signifikan dengan masyarakat sehat.


Denies sendiri mengakui, sebenarnya Wanita Pekerja Seksual (WPS) cenderung berani melakukan tes uji HIV AIDS dan peduli juga dengan kesehatan. “Buktinya 8 dari 10 perempuan berani tes uji HIV AIDS. Ini yang terus kami dorong kepada para WPS,” sambungnya.


(ika/JPC)