Giliran Butet yang Bingung Dengan Aturan Servis Baru

87

JawaPos.com – Aturan servis baru yang diterapkan tahun ini rupanya masih menuai protes. Kali ini giliran pebulu tangkis putri Indonesia Liliyana Natsir yang bingung dengan aturan tersebut.

Hal ini diungkapkan Butet setelah ia dan Tontowi Ahmad ditundukkan oleh pasangan Tiongkok He Jiting/Du Yue di babak perempat final Fuzhou Terbuka 2018. Kalah 18-21 dan 19-21, Butet mengaku permainannya terganggu karena servisnya dinyatakan fault oleh hakim servis.

Di sisi lain, Butet mempertanyakan flick service (servis melambung ke atas, Red) lawan yang tidak pernah dinyatakan salah oleh hakim servis.

“Mereka servis flick terus nggak pernah dinyatakan fault, saya servis pendek saja di-fault. Saya tidak mengerti penilaiannya seperti apa. Pasti ini mengganggu kami tadi, mereka banyak dapat poin dari servis seperti itu,” ujar Butet.

Butet menuturkan, hal ini tentunya sangat ia sayangkan karena sebetulnya pola permainannya dengan Owi tidak bermasalah. Beberapa kesalahan yang dilakukan juga diakui Butet membuat lawan terlalu mudah mendapat poin.

“Permainan kami sudah cukup baik, saya mainnya enak, tapi buang poinnya terlalu banyak. Kecuali ada reli dan mereka susah payah dapat poin, tapi tadi tidak begitu. Lawan mudah dapat poin dari kami. Ini yang membalikkan rasa percaya diri mereka.

Butet bukanlah pemain pertama yang bingung dengan standar aturan servis baru yang mengharuskan pemain memegang kok tidak lebih dari 1,15 meter di atas lapangan. Aturan baru yang mulai diterapkan di All England 2018 ini sebelumnya sudah diprotes juga oleh ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Beberapa kali hal ini jadi biang keladi kekalahan mereka.

Keluhan yang sama juga pernah disampaikan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta. Mereka pernah mengaku frustrasi lantaran tidak bisa melakukan servis dengan benar.

(isa/JPC)