Hilang Memori Akibat Terserang Stroke Bisa Pulih dengan Alat Ini

115

JawaPos.com – Stroke adalah salah satu penyakit kardiovaskular yang bisa menyebabkan kecacatan hingga meninggal dunia. Stroke dibedakan menjadi dua yaitu iskemik (sumbatan) dan perdarahan. Efek atau dampak dari stroke di antaranya menyebabkan kelumpuhan, kesulitan bicara, hingga kehilangan memori.

Sebuah teknologi medis terbaru yang dikembangkan oleh Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) ada alat yang bernama Auditori Brain Stimulation yang digagas oleh Dokter Spesialis Saraf Adre Mayza, dr., Sp.S(K). Cara kerja alat itu mirip headset yang diperdengarkan kepada pasien untuk merangsang atau menstimulus kembali area otaknya.

“Sel otak itu enggak bisa tumbuh tapi bisa berkembang dengan stimulus. Kami mereset atau reprogram lagi untuk mengembalikan memorinya. Tingkat keberhasilannya 70 persen,” ujarnya kepada JawaPos.com, Selasa (6/11).

Sehingga pasien sedikit demi sedikit bisa kembali ingat atas memori-memori di otaknya. Alat tersebut masih terus dalam tahap pengembangan meski sudah diaplikasikan kepada pasien dalam setahun terakhir. Hasilnya pun diklaim cukup baik.

“Bukan strokenya yang kami sembuhkan tapi akibatnya atau dampak kehilangan memorinya. Sebab stroke itu bisa macam-macam bisa terjadi gangguan kognitif, gangguan berbahasa. Ada yang hanya motoriknya. Kalau motorik kami juga sedang kembangkan alat lainnya,” jelas dr. Adre.

Bisa untuk Bayi dan Anak Autis

Tak hanya untuk penyakit stroke, alat tersebut juga bisa diterapkan untuk menstimulus otak bayi atau anak dengan gangguan lain seperti autis dan cerebral palsy. Sehingga lama kelamaan akan memperbaiki daya fokus anak tersebut terhadap lingkungan.

“Untuk anak-anak autis atau gangguan perilaku. Coba lihat ada anak yang enggak aware sama lingkungan. Enggak bisa konsen dalam waktu lama. Maka kami stimulasi yaitu Brain Restoration,” jelasnya.

Salah seorang pasien mengungkapkan testimoni alat tersebut. Pasien tersebut asal Sumatera Utara dan seorang insinyur. Beberapa bulan terakhir dia terkena stroke dan otaknya mengecil. Kemudian dirinya menggunakan alat tersebut dan kini memorinya berangsur-angsur kembali.

“Otak saya mengecil hasil pemeriksaannya. Jadi saya menjadi lemot. Sulit berbicara dan hilang memori. Saya sudah enam kali pakai alat ini dan hasilnya membaik,” ujarnya.

(ika/JPC)