Ditularkan oleh Hewan ke Manusia, Dunia Perangi Penyakit Zoonosis

203

JawaPos.com – Masyarakat harus mewaspadai bakteri atau virus penyakit yang ditularkan oleh hewan ke manusia. Beberapa tahun terakhir misalnya, virus flu burung sebagai salah satu penyakit zoonosis terus diperangi oleh dunia, termasuk Indonesia.


Zoonosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh organisme infeksius seperti virus, bakteri, dan parasit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia, atau sebaliknya. Cara penularan penyakit dari satwa ke manusia dapat melalui berbagai vektor, seperti organisme yang membawa patogen dari satu inang ke inang lain. Vektor yang dapat membawa penyakit ke manusia antara lain serangga.

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran penyakit zoonosis secara global dengan menyelenggarakan Pertemuan Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis, sebagai salah satu rangkaian acara Global Health Security Agenda (GHSA) Ministerial Meeting, 5-8 November di Nusa Dua, Bali. Sebanyak 14 negara yang tergabung dalam Zoonotic Diseases Action Package (ZDAP) hadir membahas pencapaian dan rencana aksi implementasi 2014-2019.


“Rencana aksi implementasi ini menjadi salah satu hal penting yang dicapai oleh kepemimpinan Indonesia dalam forum internasional pengendalian penyakit zoonosis. Bagaimana enanganan penyakit zoonosis, pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, serta komitmen jangka panjang penanganan tanggap darurat zoonosis,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Widyawati dalam keterangan tertulis, Selasa (6/11).


Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono, mengatakan telah ada sistem kewaspadaan dini dan respons yang terintegrasi untuk mengatasi ancaman pandemi pada manusia. Salah satu keberhasilan dalam pengendalian zoonosis adalah dengan menurunnya angka kasus pada flu burung pada manusia.


Selain pencegahan, tim memastikan deteksi dan pengobatan sebagai respon dari kesehatan orang secara keseluruhan yang dipengaruhi oleh kesehatan hewan termasuk satwa liar.


Asisten Deputi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Naalih Kalsum mengatakan sudah banyak upaya yang telah dilakukan Indonesia untuk meningkatkan kapasitas sumber daya di bidang kesehatan terpadu dalam menanggulangi ancaman kesehatan global, khususnya zoonosis. Salah satunya dengan menginisiasi kerjasama lintas sektor.


Naalih menambahkan, kerja sama lintas sektor dalam pencegahan dan pengendalian zoonosis ini juga diwujudkan melalui kerjasama program Emerging-Pandemic Threats (EPT-2) dengan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID).


“Tiga kunci keberhasilan pengurangan risiko pandemi adalah koordinasi, advokasi, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan,” tegasnya.


(ika/JPC)