Benarkah Bentuk Otak Anak Cerdas Jauh Lebih Rumit? Ini Kata Dokter

244

JawaPos.com – Beberapa orang berpikir kalau bentuk otak bisa memengaruhi kemampuan akademisnya. Semakin orang cerdas, maka katanya otak akan semakin besar. Akan tetapi benarkah demikian? Benarkah otak berkaitan erat dengan proses kognitif dan kecerdasan?


Bayi mengalami masa keemasan pada Seribu Hari Pertama. Disinilah tahap paling penting untuk pembentukan otak manusia. Perubahan yang terjadi pada periode ini bersifat permanen. Sehingga bisa memengaruhi tumbuh kembang menjadi anak yang sehat, kuat, dan cerdas. Maka, jika terjadi gangguan gizi masa janin dan usia dini, dampak jangka pendeknya membuat perkembangan otak anak terganggu.

Karena itu, ibu hamil harus mendapatkan asupan gizi yang terbaik. Dibutuhkan angka kecukupan gizi atau nutrisi pada setiap proses kehamilan.

otak anak, fungsi otak, fakta otak,
Dokter Spesialis Saraf Departemen Medik Penyakit Syaraf Universitas Indonesia/Rumah Sakit Ciptomangunkusumo Dr. Adre Mayza, SpS(K) saat berbicara seputar otak manusia. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

“Maka salah jika anak baru diberikan nutrisi yang cukup setelah lahir atau setelah tumbuh besar. Sebab pembentukan otak itu dimulai dari usia kandungan nol,” kata Dokter Spesialis Saraf Departemen Medik Penyakit Syaraf Universitas Indonesia/Rumah Sakit Ciptomangunkusumo Dr. Adre Mayza, SpS(K) kepada JawaPos.com di sela-sela kegiatan The 3rd Annual International Conference and Exhibition on Indonesian Medical Education and Research Institute (The 3 rd ICE on IMERI), Selasa (6/11).


Pemberian nutrisi harus diberikan jauh lebih banyak pada usia kandungan 3 bulan pertama. Sebab di masa itulah jaringan otak mulai terbentuk.


“Pada saat usia janin, dari usia 0 tahun otak mulai terbentuk dan lipatan-lipatan beberapa lapisan tubuh manusia,” jelas dr. Adre.


Menurutnya, untuk ukuran dan bentuk otak anak cerdas sama saja dengan lainnya. Hanya saja yang membedakan adalah susunan sirkutinya.


“Volume otak anak pintar sama saja tetapi sirkuitnya atau susunannya lebih berkembang,” jelasnya.


Namun dr. Adre menegaskan di dalam dunia neurologi tak ada perbedaan mencolok antara otak anak cerdas dengan otak anak dengan kemampuan standar. Terpenting adalah bagaimana orang tua mampu mendidik anak menjadi cerdas.


“Karena anak dilahirkan sama, memerlukan proses pembelajaran hingga tumbuh dan berkembang. Catatan pentingnya ada di orang tua, bagaimana membuat anak cerdas,” tegasnya.


(ika/JPC)