Majukan Sistem Kesehatan, Novartis Ajak Anak Muda Lahirkan Inovasi

171

JawaPos.com – Generasi muda memang memegang peranan penting dalam pembangunan. Terlebih jika bisa menghasilkan inovasi membawa perubahan di Indonesia. 


Perlu diketahui saat ini Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, dengan kekuatan generasi muda yang sangat besar. Untuk itu, Novartis (perusahaan farmasi) menghadirkan program manajemen pengembangan untuk melahirkan generasi muda yang kompeten, khususnya memajukan sistem kesehatan Indonesia melalui Novartis Young Innovators Camp (NYIC).

Diadakan selama tiga hari di Jakarta, Novartis Young Innovators Camp mengundang berbagai pakar dan praktisi. Setidaknya  25 kandidat dari ratusan pendaftar dari berbagai universitas di Indonesia dan mancanegara untuk mendapatkan pembinaan untuk menghasilkan solusi yang inovatif demi terus memajukan sistem kesehatan Indonesia.


“Kesehatan merupakan salah satu faktor terpenting dalam kemajuan sebuah bangsa, seperti yang pernah dikatakan oleh Presiden Joko Widodo bahwa bangsa yang maju, bangsa yang kuat adalah bangsa yang sehat,” ujar Jorge Wagner, President Director Novartis Indonesia, ketika ditemui di acara konferensi pers Novartis Young Innovators Camp, di Kemenristek, Jakarta Pusat, Selasa (6/11).


Ia juga sangat senang melihat para talenta muda ini begitu bersemangat mengikuti acara ini. Tentunya diharapkan menghasilkan solusi inovatif dan aplikatif demi kemajuan sistem kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.


Hadir disaat yang sama, Prof. H. Mohamad Nasir, Ak, Ph. D, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, mengapresiasi program Innovators Camp karena bisa mendorong lahirnya inovasi melalui riset. Belajar bagaimana harus menghasilkan suatu produk yang baik.


“Saya sangat berterima kasih apa yang sudah dilakukan Novartis Indonesia, semoga kedepannya selalu bisa bekerjasama untuk menghasilkan suatu produk karena di Indonesia punya tumbuhan begitu banyak yang bisa dimanfaatkan, seperti cokelat saat ini penelitiannya ada di Jember,” ucap Prof. H. Mohamad Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.


Salah satu pemuda yang mengikuti pelatihan, Karisma Amira, 23, memiliki harapan untuk membuka bidang ‘Mental Health’ di Indonesia yang lebih besar lagi.


“Di Indonesia kan Mental Health belum terlalu besar, setidaknya saya belajar dan mendapat ilmu di bidang health care industri,” ujar Karisma Amira ketika ditemui di acara yang sama.



(Inr/JPC)