Santri Ponpes Didorong Menjadi Motivator Kesehatan Masyarakat

209

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Lembaga pendidikan yang menjadi tempat mencetak calon-calon generasi penerus bangsa diharapkan untuk tidak lupa memperhatikan kesehatan lingkungan. Tak terkecuali lembaga pendidikan seperti Pondok Pesantren (Ponpes). Karena keberadaannya yang sangat strategis inilah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, mendorong pembangunan pos kesehatan di ponpes-ponpes di seluruh wilayah Jawa Tengah.

“Dengan adanya pos kesehatan di pondok pesantren ini kita harapkan kondisi kesehatan warga pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya semakin terjaga dengan baik,” ungkap Wakil Gubernur Jateng, H Taj Yasin Maimoen, saat menjadi tamu Gayeng Germas Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, di TVRI Jateng, Jumat Sore (26/10/2018).

H Taj Yasin Maimoen mengakui, selama ini fasilitas kesehatan Poskestren relative masih minim, karena itu pihaknya berencana membuat program rumah sakit tanpa dinding guna memantau kesehatan santri di lingkungan ponpes.

“Pemprov Jateng mulai mengalakkan program rumah sakit tanpa dinding, artinya disini jika dahulu orang sakit datang ke rumah sakit untuk berobat ke dokter atau tim medis lainya, tetapi sekarang diubah dokter pro aktif mendatangi pasien,” tuturnya.

Lebih lanjut Gus Yasin mengatakan, keberadaan ponpes sebagai lembaga pendidikan agama memiliki nilai yang sangat penting, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), yang menjadi syarat utama pembangunan sebuah bangsa.

“Karena keberadaannya yang sangat penting dan strategis inilah, kita harapkan para santri dan pengelola pesantren bisa menjadi motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan, sekaligus menjadi teladan dalam berperilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat sekitar,” harap Taj Yasin.

Selain Wagub Jateng, obrolan seru Gayeng Germas yang dipandu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr Yulianto Prabowo ini juga menghadirkan Pengasuh ponpes Al Muayyad Surakarta, KH Drs Dian Nafi MPd dan pakar kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat ( Undip) Dr dr Sutopo Patriajati. (ono/web/ap)