33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Indonesia Masih Kekurangan Tenaga Kerja Ahli Bersertifikat

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG—Indonesia masih kekurangan tenaga ahli konstruksi bersertifikat. Padahal, di era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), tenaga kerja konstruksi Indonesia akan bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri. Percepatan penambahan jumlah tenaga kerja ahli bersertifikat mutlak diperlukan.

Wakil Ketua I Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Jateng, Mulyono Hadipranoto menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang No 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi mengamanatkan seluruh tenaga ahli dan terampil wajib memiliki sertifikat kompetensi. Tenaga kerja yang wajib bersertifikat hingga ke tukang-tukang. “Tidak hanya tukang dan ahlinya, penggunanya juga harus bersertifikat. Contohnya pengawas dan pimpro, juga harus bersertifikat,” jelasnya usai pembukaan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Ahli Muda melalui Penerapan Metode “On Campus Training and Certification” di Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di kampus Politeknik Negeri Semarang (Polines), Senin (22/10/2018).

Saat ini, jelas Mulyono, di Indonesia tercatat ada sekitar 8,5 tenaga kerja konstruksi di berbagai proyek pembangunan. Tapi tenaga kerja yang telah bersertifikat masih sekitar 700 ribu orang. Sehingga butuh usaha percepatan sertifikasi kompetensi tenaga kerja konstruksi. “LPJK Jateng bulan ini melakukan sertifikasi gratis untuk 1.000 pekerja di Jateng,” tambahnya.

Ketua Badan Pengurus Provinsi Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Nasional (BPP Ataknas) Jateng, Mudjiastuti Handajani juga melihat jumlah tenaga ahli bersertifikat di Indonesia sangat kurang. Padahal persaingan ke depan sangat ketat. Dengan berlakukan MEA sejak 2016, tenaga kerja ahli dari luar negeri boleh bekerja di Indonesia. Begitu pula sebaliknya, tenaga kerja Indonesia bersertifikat bisa bekerja di proyek luar negeri. “Pelatihan ini sangat penting guna mendorong jumlah tenaga ahli bersertifikat,” jelasnya.

Kepala Balai Jasa Konstruksi dan Informasi Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng, Wahyutoro Soetarto menjelaskan, ada masa transisi 2 tahun sebelum UU Jasa Konstruksi diperlakukan, terhitung sejak disahkan. Dalam masa transisi hingga tahun depan, diharapkan jumlah tenaga kerja konstruksi bersertifikat bisa bertambah. “Karena ketika UU Jasa Konstruksi No 2 tahun 2017 berlaku, tenaga kerja konstruksi wajib bersertifikat,” jelas Wahyutoro usai acara yang juga bekerjasama dengan PT Jamkrida Jateng ini.

Kepala Seksi Konstruksi BJKIK DPU Binmar Cipka Jateng, Syurya Deta Syafrie menambahkan, pelatihan ini merupakan usaha dari Pemprov Jateng untuk mempercepat pertambahan jumlah tenaga kerja konstruksi bersertifikat. Sehingga mereka lebih kompeten dan memiliki daya saing di dunia kerja konstruksi. “Harapannya kegiatan ini bisa berkesinambungan dan perguruan tinggi yang ikut dalam kegiatan ini juga bertambah.”

Pelatihan dan sertifikasi ini diikuti 45 alumni Polines yang baru saja diwisuda September 2018 lalu. Direktur Polines, Supriyadi menyebutkan, pihak kampus sudah mempersiapkan lulusannya agar bisa bersaing di era revolusi industri 4.0. Ada 4 hal yang ditekankan agar dimiliki lulusan Polines. Yakni kemampuan bahasa, kewirausahaan, kompetensi profesi sesua prodinya serta karakter dan etika. “Untuk meningkatkan kemampuan profesi, kita mengikuti kurikulum KKNI atau kerangka kualifiaksi nasional Indonesia. Salah satu untuk memperkuat kompetensi dengan (program) sertifikasi ini,” ujar Supriyadi. (ton)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Perpustakaan Jalanan Sebarkan Virus Membaca

KEMAJUAN teknologi telah menjadikan anak-anak muda bahkan anak kecil, mulai melupakan dunia membaca buku. Hampir setiap waktu, lebih disibukkan dengan memegang gadget untuk sekedar...

Sepekan Bersama SMP Mutual Kota Magelang

RADARSEMARANG.COM - SMP Mutual Kota Magelang pada tahun ajaran 2018/2019 ini menerima 120 siswa baru. Kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dilakukan sejak Selasa...

Pola Asuh Orangtua Pengaruhi Sikap Anak

KELUARGA merupakan lingkungan yang pertama dan utama untuk kehidupan sosial anak. Sebab, keluarga merupakan lingkungan yang kali pertama bagi anak dalam mengenal nilai nilai...

North Region Borong First Team

SOLO - Lima pemain basket cewek dan lima pemain untuk tim cowok serta dua pelatih sudah ditunjuk masuk dalam First Team yang berhak menjalani...

Hipmi Gagas Forum Investasi Wisata

WONOSOBO - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Wonosobo dalam waktu dekat akan menggelar event Wonosobo Economic Forum (WEF). Forum ini akan mengusung tema...

Thamrin Kembali Satu Arah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Jalan Thamrin Semarang akan kembali diberlakukan sistem satu arah. Rencananya, sistem ini akan diterapkan mulai awal Juni mendatang. Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi...