33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Lebih Aman dan Jangkauan Luas

Menelisik Prostitusi Online di Kota Semarang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM-PROSTITUSI online dirasa lebih aman dan efektif menggaet konsumen. Selain itu, lewat dunia maya, jati diri si penjaja syahwat lebih terjaga. Hal ini dibenarkan oleh Sosiolog Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Hermawan Pancasiwi.

Ia menyebut maraknya penggunaan media sosial untuk prostitusi dikarenakan media sosial dirasa lebih aman. Para penjaja tidak akan menghadapi petugas yang melakukan razia. Berbeda jika mereka mangkal di lokalisasi, diskotik, tempat karaoke, maupun tempat hiburan malam lainnya.

“Selain itu, media sosial jangkauannya sangat luas. Media sosial juga fasilitatif dengan kemudahan-kemudahan yang diberikannya,” jelasnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang.

Selain terbebas dari razia, lewat media sosial mereka juga mampu meminimalisasi sejumlah risiko kejahatan. Karena lewat media sosial, mereka lebih leluasa memilih pelanggan. “Ini relatif lebih aman daripada menjajakan secara face to face,” ujarnya.

Baca:

Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan mereka akan tergelincir dan salah pilih. Bisa jadi pula, mereka akan mengalami penipuan oleh calon pelanggan, meski kecil kemungkinannya.  “Kalau online belum bisa tatap wajah, baru bisa setelah jumpa darat. Di situ bisa jadi terkecoh. Tapi, relatif lebih kecil daripada transaksi tatap muka langsung,” jelasnya.

Meski media sosial identik dengan kalangan anak muda, Hermawan menjelaskan, bukan berarti pemanfaatan media sosial untuk transaksi prostitusi hanya dilakukan oleh kalangan anak muda saja. Ada pula, mereka yang menggunakan media sosial dari kalangan orang tua.

“Karena transaksi semacam ini tidak perlu kecanggihan. Anak milenial lebih mudah menggunakannya. Tapi jangan salah, orang tua hanya perlu belajar sedikit untuk menggunakan ini dengan tujuan sama,” katanya.

Maraknya perempuan bookingan online berusia anak SMA hingga kuliah ini, menurut Hermawan, biasanya mereka adalah anak muda dengan pergaulan sudah kebablasan. Mereka sudah melakukan hubungan badan sejak masih duduk di bangku sekolah.

Dengan keadaan yang demikian, ditambah pemikiran bahwa tidak ada bagian tubuh yang hilang ketika melakukan hubungan badan, mereka berpikiran untuk sekalian menjajakan tubuh.

“Tapi, tidak semuanya ada keinginan ke arah sana. Itu tadi beberapa alasan mereka yang sudah kebablasan untuk menuju ke sana. Dan mereka difasilitasi media sosial,” paparnya.

Untuk pencegahan, Hermawan berpendapat Kominfo menjadi kuncinya dengan melakukan pemblokiran akun dan situs prostitusi. Selain itu, diperlukan peran sekolah melalui pendidikan formal serta pendidikan informal baik dari masyarakat hingga level paling dasar, yakni keluarga. “Peran mereka penting untuk mencegah prostitusi via media sosial. Terutama oleh kalangan anak muda,” katanya. (sga/aro/krs)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Diguncang ”Gempa”, PNS Pemprov Panik

SEMARANG – Ratusan pegawai negeri sipil (PNS) yang tengah bekerja di kompleks kantor Gubernur Jateng, berteriak panik, Rabu (26/4) pagi. Mereka berlairan berusaha keluar...

Proyek Tol Bawen-Salatiga Terancam Molor

SEMARANG - Percepatan konstruksi jalan tol Semarang-Solo seksi III ruas Bawen-Salatiga terkendala musim hujan. Jika sepanjang Maret ini intensitas hujan masih tinggi, pengerjaan bakal...

200 Ribu Serangan Cyber ke Kementrian Pertahanan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Jaringan Kementrian Pertahanan menerima serangan cyber atau cyberwarfare rata-rata 150-200 ribu per hari. Untuk itu, keamanan data sangat penting dalam penyimpanan agar tidak dapat diretas. “Data yang disimpan...

Urus Akta Kelahiran Tak Perlu Antre

SEMARANG- Pentingnya dokumen kependudukan akta kelahiran untuk memenuhi persyaratan administrasi seperti pendaftaran sekolah, pembuatan paspor, KTP dan SIM, termasuk pengurusan pekawinan menjadikan Pemerintah Kota...

Kinerja Bank Jateng Jakarta Diapresiasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto mengapresiasi kinerja Bank Jateng Cabang Jakarta dalam 3 tahun terakhir ini yang bagus dan...

ATM Beras Bagi Warga Miskin

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ada yang berbeda di Masjid Raya Baiturrahman Simpang Lima Semarang usai salat Jumat (19/1) kemarin. Perbedaan tersebut lantaran adanya mesin Anjungan...