Stok Fullback Menipis, Persebaya Tetap Pakai Skema 4 Bek

119

JawaPos.com – Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman, mengindikasikan tetap menerapkan skema 4 bek sejajar saat menjamu Borneo FC pada Sabtu (13/10) nanti. Meski, saat ini stok bek sayap murni di skuadnya menipis.


Bisa dibilang bek sayap murni tinggal menyisakan M Irvan Febrianto. Maklum saja, Ruben Sanadi absen dalam sesi latihan rutin di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (11/10). Mantan penggawa Persipura Jayapura itu sudah meminta izin ke pelatih Djadjang Nurdjaman.

“Ruben agak kurang enak badan. Dia izin ke saya untuk istirahat,” kata pelatih yang akrab disapa Djanur itu. Djanur berharap Ruben bisa fit secepatnya. “Semoga bisa turun (lawan Borneo FC),” harapnya. Sementara itu, Abu Rizal Maulana juga dipastikan absen.


Andai Ruben absen, Persebaya bakal menghadapi problem serius. Mereka hanya menyisakan Ambon – sapaan M Irvan, di posisi bek sayap. Dengan kondisi itu, Djanur bisa saja mengubah skema dari empat bek menjadi tiga bek. Apalagi, stok stopper tengah melimpah. Otavio Dutra, O.K John, Andri Muliadi, hingga M Syaifuddin dalam kondisi fit.


Akan tetapi, mantan pelatih Persib Bandung itu enggan bereksperimen. Terlebih, Persebaya sudah terbiasa dengan skema empat bek sejak awal musim ini. “Terlalu riskan ya. Risikonya tinggi kalau mengubah skema,” kata pelatih 53 tahun itu. Sejatinya, Djanur sudah pernah menjajal skema tiga bek dalam beberapa kesempatan latihan rutin. “Ternyata, hasilnya tidak memuaskan. Jadi nggak gampang mengubah skema,” ujarnya.


Berdasar itu, dalam latihan kemarin, M Syaifuddin dijajal sebagai bek kanan. Padahal, posisi aslinya adalah bek tengah. Sementara Ambon kembali ke posisi aslinya sebagai bek kiri. Sejatinya, masih ada Oktafianus Fernando yang bisa bermain sebagai bek kanan. Tapi, Djanur tetap berharap agar Ruben bisa kembali. “Saya rasa peluang Ruben untuk turun cukup besar,” terang Djanur.


Selain di belakang, masalah juga ada di lini depan. Masih belum ada kepastian apakah David da Silva bisa diturunkan. Kemarin, striker asal Brasil itu tak terlihat dalam latihan rutin. Dia melakukan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk melihat kondisi cedera lutut kanannya.


Djanur berharap pemain 28 tahun itu bisa memperkuat Persebaya. Meski begitu, Djanur hanya bisa menunggu. “Memang belum ada kepastian. Tapi saya optimistis David bisa turun,” imbuh Djanur.


Andai absen, Djanur sudah mempersiapkan Rishadi Fauzi. Sejauh ini, pemain 28 tahun itu sudah mengemas tiga gol bagi Persebaya. Rishadi pun mengaku siap jika memang diturunkan sebagai ujung tombak kontra Borneo FC. “Tujuan saya kan membantu tim. Kalau saya diturunkan, saya akan lakukan yang terbaik buat tim,” kata Rishadi.


Rishadi pun sudah mulai melihat video Borneo FC saat bermain. Dia akan mengamati siapa lawan di lini belakang yang siap menghadangnya. “Saya rasa semua pemain belakang Borneo FC patut diwaspadai. Di Liga 1, semua lawan itu tangguh,” tegas pemain kelahiran Tangerang itu.


(gus/bas)