Persebaya Siapkan 3 Pemain untuk Hentikan Striker Asing Borneo FC

152

JawaPos.com – Persebaya Surabaya harus mewaspadai motivasi tim Borneo FC yang ingin mencetak hattrick kemenangan. Misi tersebut harus digagalkan Persebaya ketika kedua tim berjumpa di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (13/10) malam.

Borneo FC selalu mendapatkan poin absolut dalam dua pertandingan terakhir. Mereka menjadi tim pertama di Liga 1 2018 yang mampu mengalahkan Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan. Pada saat itu mereka menang tipis 2-1.


Setelah Madura United, Borneo FC juga menaklukkan tim kuat lainnya, Persipura Jayapura dengan skor serupa, 2-1. Dua kemenangan itu jelas akan menambah kepercayaan diri penggawa Borneo FC ketika away ke kandang Persebaya.


“Sedangkan kami baru kalah di Malang. Meski demikian, para pemain sudah siap untuk meraih tiga poin,” ucap pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman, Jumat (12/10).


Selain faktor motivasi, Djadjang menilai Borneo FC sebagai tim yang tangguh. Karena Pesut Etam-julukan Borneo FC diperkuat pemain-pemain andal yang wajib diwaspadai oleh Persebaya. Dua di antaranya adalah Titus ‘Tibo’ Bonai dan Matias Conti.


“Tibo salah satu ancaman bagi kami. Dia pemain yang sangat berpengalaman. Pemain asing mereka, yakni Conti juga cukup kuat. Duel udaranya bagus. Dia harus menjadi perhatian kami,” tutur Djadjang.


Pelatih yang akrab disapa Djanur ini menambahkan, telah menyiapkan tiga pemain belakang untuk mengawal dan menghentikan Conti. Ketiga pemain itu adalah Otavio Dutra, OK John, dan Andri Muliadi.


“Kami mempersiapkan tiga pemain. Tinggal melihat kondisi mereka saja,” imbuh eks pelatih Persib Bandung ini.


Djanur juga menampik spekulasi bahwa dia akan menggunakan skema tiga bek pada laga melawan Borneo FC. Menurut Djanur, terlalu berisiko tinggi jika mengubah skema permainan pada menit-menit akhir menjelang pertandingan.


“Sebenarnya pernah saya coba dengan tiga bek. Tetapi hasilnya tidak memuaskan saya. Masih butuh waktu untuk membiasakan itu. Tidak gampang untuk mengubah style of play,” tutup Djanur.


(saf/JPC)