Arema Jadi Terhukum, Aremania Diminta Introspeksi dan Berubah

209

JawaPos.com – Manajemen Arema FC berharap hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjadi bahan introspeksi bagi Aremania, suporter setia Arema FC. Manajemen juga meminta semua pihak untuk menghentikan perdebatan di media sosial.


Arema mendapatkan hukuman berat selepas menggelar pertandingan kontra Persebaya Surabaya. Mereka dihukum bertanding tanpa penonton, baik laga home maupun away, hingga akhir musim. Selain itu, Singo Edan juga didenda Rp 100 juta.

Dalam rilis yang diterima JawaPos.com, manajemen Arema FC menegaskan bahwa mereka tidak akan mengajukan banding atas hukuman ini. Menurut CEO Arema Iwan Budianto, hukuman ini menjadi cambuk agar patuh kepada regulasi.


“Kami tidak akan mengajukan banding. Namun, (kami) akan berada di barisan terdepan untuk membangun kesadaran para suporter, utamanya Aremania. Agar mereka berubah menjadi lebih baik,” tegas Iwan.


Mantan manajer Persik Kediri ini sangat berharap Aremania berubah. Lebih mawas diri dan introspeksi, dan tetap menjaga keutuhan dan persatuan di dalam tubuh Aremania. Hukuman ini adalah renungan massal untuk Arema dan Aremania.


“Dan jadikan momentum untuk berubah dalam sikap dan berperilaku yang baik dalam mendukung tim kebanggaan kita,” harap Kepala Staf Ketum PSSI tersebut.


Iwan juga meminta semua pihak tidak merespons negatif hukuman dari Komdis PSSI. Iwan mengimbau semuanya untuk menghentikan perdebatan. Terutama di media sosial.


“Kita perlu bangkit bersatu untuk berubah lebih baik. Jika perlu, kita harus lebih sering bertemu. Berdiskusi dan berbicara dari hati ke hati agar kejadian serupa tidak terjadi, dan tidak diulang ulang lagi di masa mendatang,” tegasnya.


(saf/JPC)