33 C
Semarang
Kamis, 6 Agustus 2020

Bisa Jadi Sandwich Lima Negara

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

Oleh: Dahlan Iskan

Ada gempa lain. Di laut dan udara. Di kawasan yang jadi pusat sengketa. Antar banyak negara: Laut China Selatan.

Kapal perang Amerika sengaja mendekati kawasan itu. Kapal perang Tiongkok menghadangnya. Agar kapal Amerika itu tidak masuk kawasan yang diklaim wilayah Tiongkok.

Hampir saja senggolan. Saling manuver. Tinggal 41 meter jaraknya. Begitu nyaris. Untuk jarak antarkapal perang.

Amerika langsung berkoar: Kapal perang Tiongkok telah melakukan manuver dengan gerakan yang tidak aman. Tidak profesional.

Tiongkok langsung merespons. Mengecam Amerika. Melakukan tindakan provokasi. Memancing di air keruh.

Untung insiden itu terhindar. Kalau saja dua kapal perang itu bersenggolan tidak tahu lagi apa yang terjadi. Padahal bisa saja senggolan itu karena gelombang yang lagi besar.

Minggu ini isu utama pindah. Dari perang dagang ke perang sungguhan.

Wakil Presiden Amerika, Make Pence, bikin pernyataan. Insiden 41 meter itu justru tidak membuat Amerika surut. Justru akan mengerahkan lebih banyak kapal perang. Ke wilayah itu. Lengkap dengan kapal induknya. Yang membawa pesawat-pesawat tempurnya.

Kapan dilakukan? Dalam waktu dekat. Para pengamat memperkirakan akhir bulan ini. Sebelum pemilu sela di Amerika bulan depan.

Dengan aksi militer seperti itu rakyat Amerika senang. Mampu menunjukkan kejagoannya. Kesenangan itu diharapkan bisa membawa berkah: menang pemilu sela.

Presiden Donald Trump begitu mendambakan kemenangan itu. Agar DPR-nya tetap dikuasai Partai Republik.

Hasil survey di Amerika mengkhawatirkan Trump. DPR bisa-bisa direbut kembali oleh Demokrat. Kalau sampai itu terjadi bahaya: Trump bisa di-‘impeach’.

Apalagi baru saja ada gempa politik lagi di sana. Harian New York Times menulis: Wakil Jaksa Agunglah yang dulu menginginkan agar Trump dikenakan pasal konstitusi: sebagai tidak layak lagi menjabat presiden.

Gempa susulan muncul: ketidakmulusan usul Trump ke DPR. Yakni usul untuk mengangkat Brett Kavanaugh menjadi hakim agung.

Seorang wanita mengaku pernah hampir diperkosa Brett Kavanaugh saat di SMA.

Wanita itu sekarang sudah profesor: Christine Blasey Ford. Bidang psikologi. Ilmu itu sendiri didalami dengan motif khusus. Akibat dia sendiri mengalami trauma. Akibat percobaan pemerkosaan itu. Terutama selalu terngiang di telinganya: nada tawa-tawa kemenangan saat berhasil merebahkan badannya.

Sang profesor memberikan keterangan terbuka. Di depan sidang kongres.

Brett Kavanaugh menolak semua tuduhan itu.
Tapi pengangkatannya sebagai hakim agung tertunda. Menunggu hasil penyelidikan FBI — badan intelijen negara.

Trump begitu jengkelnya. Kasus seperti itu bisa mengganjal. Bahkan sudah begitu lamanya. Saat Brett Kavanaugh masih remaja.

”Seandainya yang saya usulkan ini George Washington pun Partai Demokrat juga tidak akan setuju,” ujar Trump. Begitu jengkelnya.

Presiden pertama Amerika itu, Bapak Bangsa itu, memang dikenal dalam sejarah: punya masalah cinta. Dengan begitu mendalamnya. Dengan wanita bersuami.

Bapak Bangsa lainnya, Thomas Jefferson lebih lagi. Simpanannya adalah wanita kulit hitam. Memberinya anak pula: Sarah ”Sally” Hamings.

Sejarah presiden-presiden Amerika menuliskan semua sisinya. Keheroannya sebagai pahlawan. Kecerdasannya sebagai pemikir. Kebijaksanaannya sebagai bapak bangsa. Dan kelemahannya sebagai manusia. Terutama sebagai laki-laki yang memerlukan wanita.

Presiden Andrew Jackson, misalnya, sampai duel adu tembak. Untuk cintanya pada seorang wanita. Yang sudah punya suami.

Arena adu tembak sudah ditentukan. Berikut hari dan jamnya.

Di hari itu keduanya ambil posisi berhadapan. Pada jarak tembak yang ditentukan. Saling menyandang pistol.

Andrew Jackson angkat suara. Sang suami diminta menembak dirinya lebih dulu. Meleset. Baru giliran ia yang menembak.

Sejarah masa lalu.

Kini tidak ada wanita di Laut China Selatan. Tapi adu tembak bisa terjadi. Antar dua kekuatan terbesar di dunia.

Filipina, Vietnam, Brunai, Taiwan bisa jadi sandwich di sekitarnya.(dahlan iskan)

Image source: Departement of defence

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Asep Terima Rp 100 Juta, Heru Siswanto Rp 60 Juta

SEMARANG- Uang fee mencapai Rp 60 juta hingga Rp 110 juta diduga diterima tiga terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan pupuk urea tablet dalam 3...

SMA Kebon Dalem Borong 4 Medali

SEMARANG - Tim riset dari SMA Kebon Dalem Semarang berhasil menyabet empat gelar diajang yang berbeda untuk menutup bulan Oktober ini. Prestasi tersebut salah satunya...

Mahasiswa Hadang Mobil Rektor Unnes

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Aksi demo terkait penolakan uang pangkal yang dilakukan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) semakin memanas. Selama tiga hari mulai Senin(4/6) hingga...

Kelola Sampah, Kendal Jajaki Kerjasama dengan Bulgaria

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Permasalahan penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, menjadi permasalahan pelik bagi warga. Pasalnya, TPA yang tidak...

Siswi Diusir Saat Ujian

KAJEN - Nur Abadiah, siswi kelas XII, SMK 2 Yapenda Wiradesa, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Senin (22/5) diusir oleh pihak sekolah ketika mengikuti Ujian...

Pedagang Pilih Tak Berjualan

PEKALONGAN-Harga cabai yang masih tinggi hingga menembus angka ratusan ribu rupiah, menyebabkan sejumlah pedagang memilih tidak berjualan cabai. Terutama cabai rawit merah atau yang...