Perih Putus Cinta,Tak Seperih Putus Rokok

125

RADARSEMARANG.COM, Semarang- Sudah pernah merasakan sakitnya putus cinta?wuiihhh..pasti banyak orang pernah mengalami, kata orang sakitnya tuh disini. Ternyata rasa sakit akibat diputus cinta, tak seperih ketika memutuskan untuk berhenti merokok. Tak percaya? tanya saja pada Arief Wahyudi, pria yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Sub Bidang Ekuindag Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPPEDA) Provinsi Jawa Tengah ini mengaku “perih” hatinya ketika harus berhenti merokok.

“Rasanya sakit sekali lebih sakit ketimbang diputus cinta pacar, rasanya saat itu pengen kembali lagi kembali lagi untuk merokok” tutur Arief Wahyudi saat menjadi narasumber dalam Advokasi Untuk Mendorong Kebijakan Kesehatan Prioritas Provinsi Jawa Tengah, yang digelar Dinas Kesehatan Prov Jateng, jumat (29/9/18).

Meski berat dan perih, keputusan untuk berhenti merokok 5 tahun lalu itu dia putuskan, setelah salah seorang anaknya jatuh sakit.
“Saat itu anak saya yang pertama sakit dan sempat bertanya pada saya,apa sakitnya dia karena asap rokok saya dirumah, langsung saya makjleb waktu itu dan bertekad memutuskan berhenti merokok saat itu juga” cetusnya.

Karena itu, Arief mengaku Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS),yang salah satunya mengajak warga untuk mengenyahkan asap rokok dari lingkungannya merupakan gerakan yang tidak hanya mengajak para perokok untuk hidup sehat tanpa rokok tapi juga menyehatkan orang-orang disekitarnya.

“Tidak Cuma bikin perih hati, merokok itu juga dapat memiskinkan orang terutama orang-orang yang berpenghasilan rendah, bayangkan penghasilan pas-pasan tapi rokoknya mahal, jelas bikin miskin” pungkasnya. (ono/web/ap)