33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Kelurahan Petompon Wakili Kota Semarang Lomba PHBS

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kantor kelurahan Kelurahan Petompon,Kecamatan Gajahmungkur,Kota Semarang, selasa siang (25/9/18) mendadak riuh, dengan antraksi tari, menyambut kedatangan tim penilai Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Tingkat Jawa Tengah. Kedatangan tim penilai ini, untuk melihat sekaligus melakukan pengecekan kegiatan PHBS di lingkungan kelurahan Petompon. Lurah Petompon, Fajar Iriyanti mengatakan, kelurahannya maju dalam penilaian tingkat Jawa Tengah, mewakili kota Semarang.

“Alhamdulillah kita juara 1 untuk penilaian tingkat kota,sehingga kita berhak mewakili kota Semarang, maju tingkat Jateng, moga-moga kita kembali juara sehingga bisa mewakili Jawa Tengah ditingkat nasional” harap bu Lurah Petompon.

Menyambut penilaian PHBS tingkat Jawa Tengah ini, menurut Ketua PKK Kelurahan Petompon, Nurwati Kuncoro, berbagai persiapan dilakukan pihaknya, salah satunya adalah menciptakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan RW 01 RT 01.

“Di RW tersebut kita tidak melarang sama sekali orang merokok, tapi warga membatasi tempat merokoknya hanya di KTR,selain itu juga waktu merokoknya juga diatur” ungkap Nurwati.

Selain berusaha mengenyahkan asap rokok, untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dilingkungan kelurahan Petompon, tambah Fajar Purwati, pihaknya juga aktif mendorong warganya untuk aktif melakukan kegiatan fisik.

“Seminggu sekali kita melakukan senam bersama dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis,bekerja sama dengan salah satu klinik di Petompon” ungkapnya.
Sementara itu ketua tim penilai PHBS tingkat Jawa Tengah, Rita Utrajani, SKM, M.Kes mengatakan lomba ini bertujuan untuk mendorong derajat kesehatan masyarakat, apalagi tantangan hidup sehat semakin berat,dengan ditandai pergeseran penyakit.

“Kalau dulu ditahun 80an penyebab kematian disebabkan penyakit menular seperti TBC,kusta, paru-paru, sekarang penyebab kematian didominasi penyakit tidak menular seperti kanker,jantung dan diabetes” tutur Rita.

Karena itu, dengan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), Rita berharap, tingkat kematian akibat penyakit tidak menular ini bisa ditekan, salah satunya dengan aktif melakukan kegiatan fisik, rajin mengkonsumsi buah dan sayuran serta mengenyahkan asap rokok. (ono/web/ap)

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Lepas Anggota Pensiun, Kapolres Kayuh Becak

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Ada yang berbeda di Mapolres Demak, Rabu (4/4), kemarin. Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo tampak bersusahpayah mengayuh becak yang telah dihias...

Pernak-Pernik Imlek Laris

MAGELANG - Warga Tionghoa di Magelang mulai berburu pernak-pernik Imlek. Salah satunya  di pameran Artos Mall. Hiasan yang dibeli mewakili harapan-harapan mereka. Beberapa barang yang...

1.111 Bungkus Gethuk Jadi Rebutan

MAGELANG – Acara Prosesi Budaya dan Grebek Gethuk kembali menyedot perhatian ribuan pengunjung di Alun-alun Kota Magelang, Minggu (16/4). Usai Wali Kota Magelang Sigit...

Pengusaha Pemula Lemah dalam Memasarkan Produk

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Mayoritas pengusaha pemula masih lemah dalam menggagas pemasarannya. Karena itu, para pengusaha pemula ke depan harus melakukan peninjauan lebih jauh terkait bagaimana produk...

Bukan Seperti GBHN Orde Baru

SEMARANG – Seluruh Fraksi di MPR RI diklaim setuju GBHN dihidupkan kembali. Diberlakukannya GBHN diharapkan akan menjadi pemandu arah pembangunan bangsa. ”Ada GBHN tetapi bukan...

1.653 Keluarga Masih BAB Sembarangan

“Jika memang susah disadarkan, Pemkot perlu membuat regulasi yang mengatur hal ini.” Iwan Triteny Setyadi MAGELANG—Sebanyak 1.653 kepala keluarga (KK) dari 41.817 KK di Kota Magelang...