KTR,Tekan Korban Akibat Rokok

183

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Jumlah angka kematian orang dewasa yang disebabkan karena merokok, ternyata tidak cukup membuat orang menghentikan kebiasaan merokok. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi tahun 2025 nanti, jumlah perokok di Asia termasuk Indonesia meningkat menjadi 650 juta orang dan aka nada 10 juta kematian akibat rokok setiap tahunnya.

Kondisi itulah yang mendorong pemerintah, mengeluarkan kebijakan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat (Promkes) Dinkes Provinsi Jateng, Rita Utrajani, SKM, M.Kes saat menjadi narasumber Advokasi Untuk Mendorong Kebijakan Kesehatan Prioritas di Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan jumlah perokok di Provinsi ini masih cukup tinggi.

“Rerata proporsi dua perokok setiap hari di Jateng sebesar 22,9 persen dan perokok kadang-kadang sebesar 5,3 persen” ungkap Rita.

Kesadaran perokok untuk tidak merokok sembarangan, dan masih banyaknya ruang public,yang belum dilengkapi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) menurutnya harus di dorong untuk menekan jumlah korban akibat rokok.

“Ayo bapak-bapak ibu-ibu yang hadir disini, mari kita dorong terus kesadaran perokok untuk memanfaatkan KTR dan yang kantornya belum ada KTR segera dilengkapi” ajak Kasi Promkes Dinkes Jateng ini dihadapan puluhan ASN dan LSM yang hadir dalam acara tersebut.
Menanggapi ajakan itu, Kasubag Umpeg Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperakim) Provinsi Jateng, Purnomo menyatakan, kantornya sudah menjalankan amanah Perda,dengan menyediakan KTR dilingkungan kantornya.

“Kita sudah ada ruang khusus untuk perokok, Cuma ya terus terang masih ada yang merokok diruang kerja, katanya kerja kalo gak nyambi ngerokok kurang afdol, tapi kita akan dorong agar lebih maksimal memanfaatkan KTR” beber Purnomo.

Pentingnya keberadaan KTR di ruang public terus didorong oleh seluruh stakeholder, mengingat tingginya angka kematian karena rokok dan korban rokok itu sendiri.

“Korban rokok kebanyakan remaja yang merupakan asset bangsa,perempuan dan anak-anak, karena itu harus kita dorong keberadaan KTR dan dimanfaatkan secara maksimal” tegas Rita Utrajaya. (ono/web/ap)