Kombinasi Kebaya di Hari Pernikahan? Why Not, Ini Tips Vera Kebaya

194

JawaPos.com – Tak dipungkiri kebaya masih menjadi primadona bagi perempuan Indonesia saat hari pernikahan. Tidak hanya sekedar elegan dipandang mata, kebaya harus mencerminkan jati diri dan simbol adat bagi kedua mempelai.


Lalu, bagaimana jadinya kalau ada kombinasi dua kebaya dari daerah yang berbeda?


Seperti dijelaskan desainer kebaya, Vera Anggraeni, kalau sah-sah saja jika ingin menggunakan dua jenis kebaya adat dalam pernikahan. Ia merasa percampuran budaya justru akan saling melengkapi. Namun ia menyarankan untuk memakainya pada moment yang berbeda.


“Saya rasa budaya apapun yang ada di Nusantara kalo digabung dalam satu momen itu sah sah aja. Contoh pas di akad pakai kebaya Jawa, karena tradisi adatnya lebih sakral. Sedangkan kebaya Sunda bisa dipakai saat resepsi karena ada mahkota siger,” ucap Vera saat ditemui JawaPos.com di butik miliknya di kawasan Panglima Polim Jakarta Selatan, Kamis (20/9).


Namun tak semua adat bisa digabungkan dengan mudah. Sebab terdapat tradisi yang tak boleh dilanggar. Vera mencontohkan sepasang pengantin dari Jawa dan Sumatera. Keduanya bisa digabung pada moment yang pas. Misalnya saat akad nikah mengenakan kebaya Jawa, lalu resepsi bisa dengan baju kurung khas Minang dengan hiasan kepala suntiang agar terkesan mewah.


“Semua mengikuti prosesi adatnya. Misal si perempuan dari suku Minang, lakinya Jawa. Pas waktu malam yang harusnya bainai, bisa diganti dengan malam midodareni mengikuti tradisi pihak laki-laki,” imbuhnya.


Ditanya soal penggunaan kebaya modern di hari pernikahan, pihaknya menyarankan untuk tetap memperhatikan nilai kesopanan dan aturan pakemnya. Untuk itu pilihan yang tepat menurutnya tetap memakai kebaya klasik dengan hiasan adat selama prosesi akad dan resepsi. Kalaupun ingin tampil seksi dan terbuka sebaiknya dilakukan saat momen after party.


“Misalnya kalo pake paes, ya jangan pilih kebaya off shoulder. Kalo pingin seksi sekalian aja pake model dodotan, bisa pake bolero atau gak,” tutup Vera.


(fid/JPC)