Helmi Yahya Punya Jurus Jitu Bagi Pebisnis Kuliner Biar Sukses

403

JawaPos.com – Beberapa milenials kini semakin serius untuk menggarap bisnis kuliner. Gaya hidup media sosial saat ini mendorong warganet seringkali mengunggah foto-foto makanan dan minuman unik yang mereka santap. Hal itu semestinya menjadi motivasi bagi pebisnis kuliner untuk lebih kreatif.


Kini, peluang untuk menjadi wirausaha muda Indonesia dalam bidang kuliner dengan mendapatkan total modal usaha Rp 2 miliar terbuka lebar. Kompetisi wirausaha Diplomat Success Challenge (DSC) masih membuka pendaftaran secara daring melalui www.wismilak-diplomat.com bagi anak muda Indonesia yang memiliki ide bisnis kreatif, hingga 1 Oktober 2018 pukul 23.59 WIB.

Kian majunya bisnis kuliner dibenarkan oleh artis dan presenter Helmy Yahya. Menurutnya, bidang kuliner selalu menjadi favorit karena sektor ini mudah digarap dan kekinian.


“Kalau mau sukses bisnis kuliner, maka tinggal memikirkan bagaimana mengemas dan menjual produk kulinernya. Harus unik dan menarik. Pola kerjasama bisa dilakukan secara daring, atau kerjasama dengan penyedia aplikasi macam ojek online,” kata Helmy Yahya yang juga Juri dan Dewan Komisioner (Dekom) DSC, Helmy Yahya dalam keterangan tertulis, Minggu (23/9).


Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI ini menambahkan, dibandingkan dengan bidang usaha lain seperti industri proses, kreatif, atau agro yang memerlukan pelatihan secara khusus, industri kuliner dapat dimulai dengan bermodalkan passion. Modal usahanya juga tidak perlu besar, karena jika dipasarkan secara online, tidak akan butuh ekstra tenaga lagi.


Apalagi, kata dia, tahun 2018, pemerintah menaruh perhatian besar terhadap pengembangan sektor pariwisata di Indonesia. Maka hal itu bisa dimanfaatkan para milenial.


Menurut Helmy, butuh upaya lebih keras dan waktu yang panjang untuk mengembangkan sebuah daerah potensi wisata menjadi destinasi wisata. Pengembangan di sini berarti juga harus menjadikan daerah itu bermanfaat secara ekonomi bagi masyarakat sekitar dan bertanggung jawab terhadap kelestarian alamnya.


“Hal-hal tersebut tidaklah mudah dan harus dilakukan berbagai sektor sehingga dalam pengelolaan pariwisata, kelihatannya kurang seksi peminat,” paparnya.


Juri lain DSC, Antarina S.F. Amir, yang merupakan License Holder, Founder dan Deputy CEO Sekolah HighScope Indonesia mengatakan jika ingin bisnisnya berkelanjutan, anak muda yang merintis bisnis kuliner harus membidik dengan jeli apa yang sedang diminati pasar. 



(ika/JPC)