Bu Dokter,Anak Saya Tidak Suka Makan Buah,Pripun?

269

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ternyata banyak orang tua, yang kurang menyadari tentang pentingnya memberi asupan sayur dan buah kepada buah hatinya. Hal ini terungkap dalam dialog interaktif kampanye Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) di kantor kelurahan Bangetayu Wetan, beberapa waktu lalu. Warsiyah (40) salah seorang ibu, yang terlihat antusias mengikuti acara hingga selesai mengaku kurang paham tentang pentingnya mengkonsumsi buah dan sayuran.

“Nyuwun sewu bu dokter, nyuwun dijelaskan kegunaannya kita makan buah sayuran meniko itu apa njih?”tanyanya polos.
Lain lagi dengan Handayani (27), ibu muda yang baru memiliki anak satu yang duduk dibangku Sekolah Dasar ini mengeluh dengan anaknya yang tidak suka mengkonsumsi buah dan sayuran, meski sudah dibujuk dirinya.

“Di rumah itu hampir setiap hari saya adain buah atau masak yang ada sayurnya bu dokter, tapi koq ya anak gak mau maem, malah sukanya jajan ciki-ciki,pripun bu dokter” keluh Handayani diiiringi tawa warga lainnya.

Menanggapi pertanyaan warga tersebut, dokter Wahyu Setyaningsih, Kepala Balai Kesehatan Indera Masyarakat Semarang (BKIM) Dinkes Jateng, yang menjadi narasumber acara itu mengungkapkan tingginya vitamin yang ada dalam sayur dan buah.

“Buah dan sayuran merupakan salah satu makanan yang penting bagi tubuh,karena mengandung nutrisi yaitu vitamin dan mineral, zat-zat ini sangat dibutuhkan oleh tubuh kita, oleh putra putri kita untuk tumbuh kembang dan juga bapak ibu harus mengkonsumsi buah sayuran juga” jelas dokter Wahyu.

Selain itu, Kepala BKIM Semarang ini juga mengingatkan warga Bangetayu tentang pentingnya beraktifitas fisik secara rutin.

“Yang gak biasa olah raga atau gerak badan,mulai sekarang harus dibiasakan, yang masih merokok juga mulai dikurangi,syukur dihilangkan dan jangan lupa juga cek kesehatan untuk pencegahan dini” katanya.

Khusus kepada ibu-ibu yang memiliki bayi atau calon, dokter Wahyu Setyaningsih mengingatkan agar mereka memberi ASI eksklusif untuk calon bayi atau bayi-bayi mereka. (ono/web/ap)